


MILAN, KOMPAS.com - Pelatih Inter Milan, Jose Mourinho, merasa dirinya tak perlu bersusah payah untuk memberikan kesuksesan bagi timnya. Ia tak ingin mencontoh kegagalan yang dialami Arsene Wenger ataupun Rafael Benitez.
"Wenger menjadi pelatih Arsenal selama 15 tahun tapi dia bahkan tak menjuarai Piala Carling selama enam tahun," kata Mourinho dalam sebuah wawancara dengan Inter Channel.
"Benitez tidak memenangi satu pun gelar liga dalam enam tahun tapi dia terus menjadi pelatih Liverpool," tambahnya.
Mourinho pernah sukses memberikan gelar juara Liga Inggris untuk Chelsea ketika ia pertama kali melatih klub asal London tersebut pada musim 2004/05. Sukses itu hanya setahun setelah pelatih asal Portugal itu memberikan trofi Liga Champions kepada FC Porto.
Meski akhirnya ditendang dari Stamford Bridge, Mourinho kembali meraih kesuksesan di tahun pertamanya bersama "I Nerazzurri". Musim lalu Mourinho memberikan Scudetto untuk "La Beneamata", sekaligus merupakan gelar juara keempat secara beruntun untuk klub tersebut.
Di dua klub terakhirnya itu, Mourinho selalu dicap sebagai pelatih yang gemar mengumbar pernyataan kontroversial. Di Italia, ia pun disebut sebagai seorang bauscia, yang oleh orang setempat diartikan sebagai arogan, banyak omong. Mourinho tak keberatan dengan sebutan itu karena nyatanya memang demikian.
"Apakah saya banyak omong? Ya, saya tahu apa artinya itu," tambahnya. "Semua supoter tahu saya memberikan segalanya untuk klub dan juga keapda mereka. Saya tidak bekerja dengan jalan lain, itulah saya."
Musim ini Mourinho berusaha memecahkan mitos di Inter dengan memberikan titel Liga Champions pertama untuk klub tersebut. (GL)

