


ROMA, KOMPAS.com - Gelandang Juventus Diego Ribas mengakui bahwa timnya menerapkan standar tinggi untuk para pemain. Kegagalan meraih gelar juara akan menjadi noda dalam perjalanan karier Juve.
Sejak terlempar ke Serie B tiga tahun lalu, "I Bianconeri" masih belum dapat merebut satu pun gelar di liga domestik maupun Eropa. Namun, perjalanan Alessandro Del Piero dkk mengalami peningkatan. Mereka finis di urutan ketiga pada musim 2008/09 dan menjadi runner-up musim lalu.
Kekuatan itu masih bertahan hingga sekarang. Bercokol di posisi ketiga klasemen sementara, "La Vecchia Signora" baru menelan kekalahan pada giornata ketujuh. Namun, hasil itu tak membuat Diego senang. Pemain yang baru bergabung ke Juve awal musim ini tersebut menyadari bahwa standar Juve bukan seperti itu.
"Anda harus selalu menang karena mereka menempakan tradisi dan ambisi kepada Anda, sebab kualitas tim ini sangat tinggi. Jika Anda tidak menang, mereka meminta penjelasan Anda," tegas pemain asal Brasil tersebut kepada Il Corriere dello Sport.
"Jika Anda Juve, jika Anda berpikir besar, maka Anda tidak bisa membuang kemenangan seperti yang terjadi lawan Bologna," tambahnya.
Diego sangat yakin, "Si Nyonya Besar" akan mengakhiri musim ini dengan hasil lebih baik. Mereka setidaknya menjadi favorit juara di Serie A maupun Liga Champions dan Diego berjanji untuk mewujudkannya.
"Juve berada di antara favorit juara untuk Scudetto. Aku tak akan menarik kata-kataku. Aku bahkan ingin mengulanginya dengan tegas. Juve berada di antara favorit juara Liga Champions League," sambung mantan pemain Santos dan Werder Bremen tersebut.
"Aku dengar orang lain bicara soal menyaingi Inter. Aku merasakan rivalitas kuat. Mereka bicara soal kesulitan di masa lalu, soal Calciopoli, soal pencabutan Scudetto," paparnya.
"Tapi jujur, aku tidak merasakan itu. Sudah jadi karakterku, aku tak pernah memikirkan orang lain. Aku tak peduli kata-kata (pelatih Inter Jose) Mourinho. Aku ingin menang dan menang tanpa melihat sekelilingku." (FBI)

