Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Tidak Ada Istilah Mundur bagi Maradona
Jumat, 09 Oktober 2009 | 16:36 WIB
|
Share:

BUENOS AIRES, KOMPAS.com - Pelatih timnas Argentina Diego Maradona membantah pernyataan yang menyebutkan dia akan mundur jika gagal membawa timnya ke putaran final Piala Dunia 2010.

Argentina saat ini tengah berada di posisi sulit karena terancam gagal menembus ketatnya kualifikasi zona Amerika Latin. Dari zona ini, baru Brasil dan Paraguay yang sudah pasti lolos ke Afrika Selatan dan dua tim lain yang mungkin lolos secara otomatis adalah Cile dan Ekuador. Jika "Albiceleste" tetap berada di urutan kelima seperti sekarang, Javier Mascherano dkk baru bisa mendapat jatah ke Afsel jika menang atas peringkat keempat zona Amerika Utara, Tengah dan Karibia.

Kondisi itu awalnya membuat Maradona sadar bahwa kegagalan berarti memasung kariernya sebagai pelatih tim "Tango". Beberapa waktu lalu, mantan pemain yang pernah mengantar Argentina juara dunia 1986 itu mempertimbangkan untuk mundur usai kualifikasi. Ia akan berkonsultasi dengan Presiden Federasi Sepak Bola Argentina, Julio Grondola, untuk mengambil langkah selanjutnya. Namun, kini ia menyatakan bahwa tak ada sedikit pun rasa gentar menghadapi kritik dan ia siap meneruskan tugas pelatih.

"Saya tidak ingin berhenti maupun pergi, saya ingin memperjelasnya kepada semua orang," kata Maradona dalam jumpa pers jelang duel lawan Peru pada Sabtu (10/9) esok.

"Saya harus bertemu Grondona dan, jika semua berjalan baik, saya akan bertahan dan jika tidak, kita lihat nanti," tegasnya.

Maradona juga tak mau berkomentar soal keretakan hubungan antara dirinya dan Direktur Teknik Carlos Bilardo. Selama ini keduanya jarang bertegur sapa karena diduga Maradona tidak suka dengan campur tangan mantan pelatihnya itu dalam skuad timnas.

"Saya tidak bicara soal Bilardo ataupun orang lain. Orang sebaiknya tidak mengintepretasikan masalah ini seenaknya sendiri. Kapan saya akan mundur akan saya umumkan kepada semua orang," tambahnya.

Mengenai tidak adanya honor untuk para pemainnya, Maradona menegaskan bahwa timnya tidak pernah memasalahkan itu. Ada atau tidak ada insentif, pemain Argentina akan tetap berjuang keras menembus putaran final.

"Perkara insentif selesai ketika pemain berada di lapangan. Tidak ada uang yang dapat membeli kemenangan karena ketika berada di sana dan sebelas orang lawan sebelas, tak seorangpun dapat menawarkan apapun kepada mereka," ujarnya.

Maradona menegaskan bahwa ia dan timnya saat ini berkonsentrasi penuh untuk duel lawan Peru pada Sabtu esok dan melawan Uruguay pada bulan November nanti. Dalam dua laga itu, Argentina wajib menang dan Maradona yakin bisa mengalahkan lawannya. (AP)