Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Cannavaro Pakai Doping gara-gara Tawon
Jumat, 09 Oktober 2009 | 06:24 WIB
|
Share:
AFP/JOE KLAMAR
Bek Italia dan Juventus, Fabio Cannavaro.

TURIN, KOMPAS.com — Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) dan Juventus membantah bahwa Fabio Cannavaro mengonsumsi obat dan suplemen yang masuk kategori doping. Menurut mereka, zat cortisone, yang ditemukan dalam tubuh Cannavaro berasal dari obat antiracun lebah.

Dalam tes doping yang dilakukan Komite Olimpiade Italia (CONI), ditemukan zat cortison dalam tubuh Cannavaro. Cannavaro juga tak bisa memberikan surat keterangan tes doping sebelumnya. CONI memberi waktu kepada Cannavaro untuk melengkapi berkas-berkas medis, sebelum mereka mengambil keputusan skorsing.

Menanggapi ancaman itu, FIGC menjelaskan, pada 29 Agustus lalu, Cannavaro disengat lebah beracun. Untuk mencegah terjadinya infeksi atau peradangan, Cannavaro mendapat suntikan cortisone.

Tim medis Juventus menambahkan, saat itu mereka sudah menyertakan laporan soal sengatan lebah itu kepada staf medis Italia, tetapi bukan kepada CONI.

Menjelang duel lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2010, melawan Irlandia dan Siprus, pada 10 dan 14 Oktober mendatang, CONI melakukan tes doping dan terungkaplah kasus ini.

Meski sudah menerima penjelasan dari FIGC dan Juventus, CONI ingin memanggil tim medis Juventus dan Cannavaro untuk meminta keterangan lebih lanjut bahwa suntikan cortisone itu memang diberikan karena keadaan darurat.

Juventus sudah menyatakan siap bekerja sama dan memenuhi panggilan FIGC.

Sementara itu, Cannavaro tidak bisa membela Italia melawan Irlandia pada Sabtu (10/10). Hal ini tidak terkait doping, tetapi karena Cannavaro terkena hukuman skorsing akibat akumulasi kartu kuning. (FBI)