


MILAN, KOMPAS.com — Pelatih Inter Milan, Jose Mourinho, mengatakan, wasit Mauro Bergonzi seharusnya mendapat protes keras darinya karena tidak menghadiahkan penalti kepada Inter di masa injury time duel versus Udinese dalam lanjutan Serie-A, Sabtu (3/10). Namun, hal itu batal terjadi karena pada akhirnya Inter berhasil menang 2-1 berkat gol Wesley Sneijder.
Pada pertandingan itu, Inter kesulitan mengatasi perlawanan Udinese. Memang, mereka sempat unggul 1-0 melalui Dejan Stankovic di menit ke-22. Namun, keadaan semakin sulit ketika Udinese menyamakan kedudukan melalui Antonio Di Natale di menit ke-27.
Setelah gol Di Natale, Udinese bermain lebih solid dan disiplin. Mereka pun sukses menggagalkan semua serangan Inter. Ketika laga memasuki injury time, kedudukan belum berubah. Permainan pun semakin panas dan ketat.
Sesaat sebelum pertandingan berakhir, menurut Mourinho, Mario Balotelli dilanggar oleh pemain Udinese di kotak penalti. Namun, wasit tak menganggap itu sebagai kesalahan dan membiarkan pertandingan berlanjut terus.
Melihat itu, Mourinho sempat emosi. Ia merasa kesempatan timnya menang direnggut oleh wasit. Namun, ia pun berubah menjadi tenang karena Inter akhirnya tetap berhasil unggul.
"Gol itu memberi saya dua kesenangan karena itu memberikan tiga angka dan menghindarkan wasit dari tekanan karena menolak memberikan penalti. Saya senang karena tak akan ada kontroversi tentang keputusan wasit (tidak memberikan penalti)," jelasnya.
"Kami beruntung dan begitu juga dengan wasit. Anda bisa katakan, Udinese sedikit sial karena kalah di menit ke-93. Namun, tim saya bekerja keras dan dalam pandangan saya, pantas menang," tambahnya.
Pada pertandingan itu juga, Sulley Muntari dicemooh Interisti karena menganggapnya bermain buruk. Namun, rekan-rekan tim memeluk Muntari dan memberi semangat. Mourinho mengaku senang melihat solidnya persatuan tim.
"Rekan-rekannya begitu luar biasa dan mudah melihat bagaimana persatuan skuad ini sesungguhnya. Ia (Muntari) tidak 100 persen bugar. Ia membuat sejumlah kesalahan. Namun, itu alami," bela Mourinho.
"Saya pikir, seorang pemain harus harus menjadi kuat di mata pendukung. Saya cenderung memilih (penonton di) stadion untuk mendukung pemain-pemain mereka, tak peduli (pemain tampil bagus atau buruk). Namun, ini adalah budaya Italia dan ia butuh bermain tanpa merasa tertekan," tambahnya. (FBI)


