


MILAN, KOMPAS.com — Pebalap MotoGP Valentino Rossi menaruh simpati kepada Mario Balotelli yang dianggap biang kegagalan Inter Milan saat bermain imbang dengan Rubin Kazan di pentas Liga Champions, pertengahan pekan lalu. Rossi meminta para Interisti—sebutan untuk pendukung Inter—agar berhenti menyerangnya.
Saat berhadapan dengan Rubin Kazan, "I Nerazzurri" sempat tertinggal 0-1, yang kemudian bisa disamakan berkat gol Dejan Stankovic pada menit ke-27. Ketika Inter sedang berusaha keras untuk meraih kemenangan, Balotelli dihukum kartu kuning kedua sehingga dia harus meninggalkan lapangan pertandingan.
Bermain dengan 10 orang, Inter gagal mewujudkan ambisinya untuk meraih poin penuh. Mereka harus puas berbagi angka dengan skor imbang 1-1.
Kartu merah yang dialami Balotelli ternyata berbuntut panjang. Presiden Inter Massimo Moratti dan sejumlah rekan menyalahkan Balotelli. Mereka menilai, Balotelli seharusnya berhati-hati dengan perilakunya karena itu berdampak buruk kepada tim.
Oleh karena itu, Rossi meminta publik Italia memaafkan dan kembali mendukungnya. Menurut "The Doctor", Balotelli adalah pemain yang masih belia dan saat ini masih dalam tahap belajar, jadi wajar jika dia membuat kesalahan.
"Aku tahu dia, dia masih sangat muda, tetapi dia harus berlajar untuk lebih pintar. Balotelli ibarat pebalap motor yang di mana terlihat piawai, tetapi kadang-kadang jatuh juga," bela Rossi.
Sebagai salah satu Interisti, Rossi juga membela pelatih pujaannya, Jose Mourinho, yang sering melontarkan pernyataan-pernyataan kontroversial. Rossi menilai Mourinho adalah pelatih yang komunikatif.
"Dia sangat agresif dalam berkomunikasi, tapi ini adalah karakternya. Kalau aku bukan seorang penggemar Inter, ia akan tampak tidak menyenangkan untukku juga. Dia telah menunjukkan bahwa ia adalah pelatih hebat, tapi sekarang dia harus menunjukkannya di Inter." (GL)

