


MILAN, KOMPAS.com - Gelandang Inter Milan, Dejan Stankovic, menilai, Inter seharusnya bisa mengalahkan Rubin Kazan, seandainya Mario Balotelli tidak mendapat kartu kuning kedua. Namun, menurutnya, terus menyalahkan Balotelli atas kegagalan itu juga tak akan mengubah apa-apa. Ia ingin tim segera melupakan itu, dan kembali kompak menatap laga berikut.
Dalam dua pertandingan terakhir, Inter gagal meraih kemenangan. Setelah kalah 0-1 dari Sampdoria di pentas Serie-A, Inter hanya bermain imbang 1-1 dengan Rubin Kazan dalam lanjutan babak penyisihan grup Liga Champions, Selasa (29/9).
Saat menghadapi Rubin Kazan, Inter sempat tertinggal 0-1, sebelum akhirnya bisa menyamai kedudukan melalui Stankovic di menit ke-27. Dalam usaha untuk mencari gol tambahan, langkah Inter terganggu kartu kuning kedua yang diterima Balotelli di menit ke-60. Karena kurang orang, Inter terpaksa bertahan dan akhirnya harus puas dengan skor 1-1.
Setelah itu, Presiden Inter Milan, Massimo Moratti dan sejumlah rekan menyalahkan Balotelli. Mereka menilai, Balotelli seharusnya berhati-hati dengan perilakunya karena itu berdampak kepada tim.
Stankovic tidak ingin hal itu menghambat laju Inter. Ia meminta tim untuk memaafkan Balotelli dan fokus menghadapi Udinese dalam lanjutan Serie-A, Sabtu (3/10). Menurutnya, perpecahan membuat Inter terancam kehilangan poin penuh lagi.
"Ini sudah hari Jumat dan kami masih membicarakan ini (Balotelli). Mungkin, ini adalah masalahnya, yaitu memberikan tekanan terlalu besar kepadanya. Kami seharusnya membiarkan dia tenang," ujar Stankovic.
"Tentunya, semakin waktu berlalu, semakin ia memiliki tanggung jawab dan kesadaran. Biarkan dia sendiri, ia tahu ia salah. Tak seorang pun bisa mengatakan kami akan menang bila saat itu kami bermain 11 orang melawan 11 orang. Mungkin, kami akan kalah," tambahnya. (FBI)

