


LIVERPOOL, KOMPAS.com - Menjelang lawan Chelsea di Stamford Bridge, Minggu (4/10), pelatih Liverpool, Rafael Benitez, memuji pelatih lawan, Carlo Ancelotti. Menurutnya, Ancelotti pelatih yang hebat.
Sanjungan Benitez tersebut didasarkan oleh prestasi Carletto ketika menangani AC Milan selama delapan tahun (2001-2009). Dalam kurun waktu tersebut, Ancelotti memang memberikan sejumlah gelar bergengsi, di antaranya dua trofi Liga Champions, dua gelar Piala Super UEFA, dan satu scudetto, Piala Coppa Italia, juga Piala Dunia Antarklub.
Benitez sendiri sudah merasakan ketajaman polesan Ancelotti. Saat itu, "The Reds" harus menyerah di tangan Milan di final Liga Champions (2006-2007). Namun, pada final 2004-05, Benitez yang sukses membawa Liverpool mengalahkan tim Ancelotti, AC Milan, di final Liga Champions.
"Pertemuan ini akan sangat menarik karena dia adalah pelatih yang hebat. Kami pernah bertemu di final (final Liga Champions). Saya kagum melihatnya dan berharap kami akan bertemu lagi di final yang lain," puji pelatih asal Spanyol itu.
Menurut Benitez, Ancelotti pelatih yang sangat cerdas membentuk tim. Dia tak perlu membeli pemain-pemain mahal untuk sebuah tim hebat. Sebaliknya, ia melahirkan pemain mahal.
Saat Ancelotti menangai Chelsea, Benitez tetap mengangguminya. Benitez tak melihat adannya perbedaan yang besar dengan gaya kepimpinannya. Ia tetap memanfaatkan pemain yang ada walau pemilik klub Roman Abrahmovic selalu siap membuka dompetnya. Di tangan Ancelotti, "The Blues" memang manjadi tim yang sangat kuat. Ancelotti berhasil membawa Chelsea meraih trofi Community Shiled dan baru memetik satu kali kekalahan.
"Chelsea tidak banyak berubah. Mereka hanya malakukan perubahan sedikit tetapi dengan gaya permainan yang sama. Pendukung mereka bahagia. Ketika memenangkan pertandingan, setiap orang pasti bahagia. Saya sangat menghormati Ancelotti. Dia adalah sosok pribadi yang baik. Kami saling menghormati satu sama lain," jelasnya. (GL)

