


MADRID, KOMPAS.com - Gelandang Real Madrid, Guti Hernandez, mengungkapkan, bertahan di Santiago Bernabeu sebetulnya merupakan pilihan sulit untuknya. Pasalnya, kedatangan bintang-bintang baru semakin mengikis jatah jam terbang regulernya.
Ketika Madrid mendatangkan Ricardo Kaka, Cristiano Ronaldo, dll, Guti melihat sejumlah rekannya hengkang. Guti pun menyadari, dirinya sangat mungkin dibuang. Apalagi ketika melihat bagaimana Kaka bisa berkontribusi dengan baik dan selalu menjadi pilihan utama Pellegrini.
Keadaan itu membuat Guti khawatir, ia menjadi salah satu yang akan dibuang. Kekhawatiran semakin kuat ketika ia melihat Kaka mampu memberikan kontribusi positif kepada tim. Namun, sebelum Guti dikuasai pikiran hengkang, Pellegrini menegaskan akan mempertahankannya.
"Bertahan di sini sangat sulit karena kami begitu banyaak pemain bagus dibeli dan beberapa dari kami harus pergi. Namun, Pellegrini meyakinkanku untuk tinggal untuk semusim lagi. Satu-satunya cara aku bisa berterima kasih kepadanya adalah dengan bermain sebaik mungkin," ungkap Guti.
"Aku ingin bermain dua musim tersisa (dari kontrakku). Itulah yang kuminta kepada (Presiden Madrid) Florentino Perez. Menjuarai Liga Champions akan menjadi akhir yang indah," tambahnya.
Pellegrini ternyata menepati janji. Meski tak selalu menjadi starter, ia cukup sering menurunkan Guti. Musim ini, Guti telah tampil sebanyak tujuh kali di Divisi Primera dan Liga Champions. Ia turun sebagai starter sebanyak tiga kali dan cadangan empat kali. Guti menjawab kepercayaan itu dengan torehan tiga gol dan dua assist. (GL)


