


MILAN, KOMPAS.com - Pelatih AC Milan frustrasi melihat timnya menyerah 0-1 dari FC Zurich saat duel lanjutan babak penyisihan grup Liga Champions, Rabu (30/9). Menurutnya, Milan betul-betul payah karena kebobolan dan tak mampu menciptakan gol balasan ke gawang tim yang sepanjang laga hanya cuma bisa bertahan.
Pada pertandingan itu, Milan belum melakukan serangan apa-apa ketika gawang Marco Storari dibobol Milan Hannu Tihinen di menit ke-10. Setelah itu, Zurich bertahan penuh dan Milan tak mampu membongkarnya.
Menurut Leonardo, Milan memang menguasai pertandingan. Namun, ketika mengurung wilayah pertahanan lawan, mereka kekeringan ide untuk menentukan arah dan bagaimana menuntaskan serangan. Sebaliknya, Zurich yang sangat jarang memegang bola malah bermain lebih efektif.
Mengacu statistik pertandingan, sepanjang laga, Milan tercatat memiliki penguasaan bola sebesar 61 persen. Namun, mereka hanya mampu menciptakan empat tembakan ke gawang dari 21 usaha. Bandingkan dengan Zurich yang mampu menciptakan empat peluang emas dari sepuluh usaha.
"Ini hasil yang buruk dan kesempatan yang terbuang. Mengingat kemenangan Real Madrid (atas Olympique Marseille 3-0), kami seharusnya berada di posisi bagus (seandainya menang)," ungkap Leonardo.
"Kami dibobol di awal laga oleh tim yang hanya mencoba bertahan dan kami gagal mengendalikan keadaan. Anda tak bisa bicara mengenai nasib buruk atau hal lain. Kami tak punya ide untuk pendekatan di awal dan sejak itu, kesulitan bertambah," lanjutnya.
Meski begitu, Leonardo tak berputus asa. Ia yakin, Milan punya kemampuan dan bisa bangkit. Untuk itu, ia mengharapkan kesabaran dari semua pihak, membiarkan Milan memulihkan diri.
"lebih baik dibanding sekarang," tandasnya. Satu-satunya cara (untuk bangkit) adalah tenang, bekerja keras, dan menyadari bahwa kami tak bisa seperti ini terus. Saya pikir, tim ini bisa jauh," ulasnya.
"Ketika (barisan depan) kami tak menghasilkan (gol),kami lebih menderita dibanding barisan belakang. Ironisnya, pertahanan adalah lini yang bekerja paling efektif saat ini," tambahnya.
Dengan hasil pertandingan tersebut, Milan memperpanjang rekor buruk tak pernah mencetak gol dan tidak pernah menang dalam tiga pertandingan terakhir. (FBI)

