


LONDON, KOMPAS.com - Gelandang Chelsea, Michael Ballack, tidak yakin jika Arsenal dan Liverpool mampu memenangi gelar liga musim ini. Persaingan juara kini hanya antara Chelsea dan Manchester United.
Hingga pekan keenam Liga Inggris, "The Blues" dan "The Red Devils" memimpin puncak klasemen sementara liga. Chelsea berada paling atas dengan 18 poin berkat kemenangan di enam laga. MU berada di bawahnya dengan 15 angka karena pernah sekali kalah. Arsenal dan Liverpool sama-sama pernah dua kali kalah, tapi "The Gunners" baru lima kali main. Di antara mereka, masih ada Manchester City, yang bermain gemilang dalam lima pertandingan.
Berkaca dari semua hasil itu, plus dengan permainan tim selama ini, Ballack yakin bahwa dua tim teratas memiliki peluang paling besar untuk menjadi juara. Arsenal, Liverpool, dan City memang bisa mengancam mereka, tapi tak bakal lolos sebagai kampiun.
"Man City main baik hingga kini. Tottenham, Arsenal, dan Liverpool merupakan tim yang dapat menohok kapan pun sepanjang musim," ujar kapten timnas Jerman tersebut kepada London Evening Standard.
"Namun, United melalui tahun-tahun indah dengan menang Liga Champions dan tiga kali juara (beruntun) di Premier League, yang akan memberi kepercayaan diri besar kepada mereka. Itu membantu mereka dalam laga ketat seperti Anda lihat saat lawan Man City dan mereka selalu bisa bangkit. Mereka selalu yakin dapat mencetak gol di menit akhir," tambahnya.
Keyakinan Ballack itu didasarkan pada kekuatan pelath baru "The Blues", Carlo Ancelotti. Ballack yang mencetak gol kedua saat Chelsea mengalahkan Tottenham Hotspur dengan 3-0 sangat yakin Ancelotti mampu mengangkat moral pemain di saat-saat paling sulit.
"Di bawahnya, kami mengubah sistem, yang membuat kali lebih banyak menguasai bola dan membuat laga terasa lebih nyaman meski kami tidak mencetak satu pun peluang karena kami tahu situasi bakal berubah," lanjut pemain 32 tahun tersebut.
"Dia memberi kami kepercayaan diri besar. Biasanya tak mudah bermain dengan sistem baru tapi Anda dapat melihat bagaimana mudahnya bersama-sama mencocokkan pelatih dan tim," sambung mantan pemain Bayern Muenchen tersebut.
Bersama Ancelotti, "The Blues" mengalami perubahan dalam formasi mereka. Ancelotti lebih sering memainkan pola 4-4-2 dengan formasi berlian di tengah, mengandalkan Nicolas Anelka dan Didier Drogba di depan. (MAIL)

