Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Buntut Hukuman FIFA
Asosiasi Pemain Sesalkan Kenakalan Chelsea
Minggu, 06 September 2009 | 23:28 WIB
|
Share:
AFP
Pemain Chelsea yang dibeli dari Lens, Gael Kakuta, mendapat hukuman dan denda. Chelsea pun tak boleh membeli pemain sampai 2011.

TERKAIT

LONDON, KOMPAS.com - Ketua Asosiasi Pesepak Bola Profesional Inggris (PFA), Gordon Taylor, menyesalkan pelanggaran Chelsea pada kasus perekrutan Gael Kakuta. Hukuman itu tidak perlu terjadi jika "The Blues" menjalin kesepakatan dengan Lens selaku pemilik Kakuta.

Lens menggugat Chelsea karena merasa transfer Kakuta melanggar kontraknya dengan klub asal Perancis itu. FIFA turun tangan dan akhirnya menjatuhkan sanksi larangan transfer bagi "The Blues" hingga 2011.

Taylor menilai bahwa hukuman itu semestinya tak terjadi jika Chelsea tidak nakal dengan memengaruhi Kakuta untuk pindah hingga akhirnya mengabaikan kepentingan Lens. Andai "The Blues" bisa memberikan kompensasi yang pantas untuk Lens, ceritanya mungkin lain.

"Saya kira dalam kasus ini Chelsea tidak akan sampai seperti ini (dihukum FIFA) jika kompensasi telah disepakati oleh kedua klub," kata Taylor kepada Radio BBC.

"Ada yang merasa larangan transfer pemain di bawah 18 tahun lebih baik untuk pertandingan. Sepak bola adalah soal kompetisi. Anda tidak dapat memiliki semua pemain muda terbaik dalam sebuah klub terbesar, terkaya," tambahnya.

Taylor berharap agar setiap klub mampu membangun sendiri program pengembangan pemain muda mereka. Dengan demikian, klub dapat mencomot bibit baru dari akademi sepak bola mereka.

Sementara itu, mantan Ketua Chelsea, Ken Bates, mendukung keputusan FIFA terhadap Chelsea karena ia menganggap pemain muda kini bisa diperjualbelikan oleh klub seenak sendiri. Bates yang kini mengepalai Leeds United mengatakan bahwa hukuman seperti itu perlu supaya tim-tim besar tidak bertindak arogan.

"Masalahnya adalah tim-tim besar melucuti pemain-pemain muda di klub kecil," kata Bates, yang tiga tahun lalu menerima kompensasi dari Chelsea atas rekrutmen dua pemain Leeds, Michael Woods dan Tom Taiwo.

"Mereka seperti kapal pukat Jepang, mengangkut semuanya dalam jaring. Saat ini beberapa pemain muda diperdagangkan seperti daging kuda," ungkap Bates kesal.

Sebetulnya bukan hanya Chelsea yang melakukan hal-hal tersebut. Semua klub-klub besar Liga Inggris melakukan hal yang sama. Taylor pun tak terkejut jika setelah Chelsea bakal ada hukuman serupa untuk tim-tim lain.

Saat ini Manchester United menghadapi ancaman serupa menyusul permintaan tim Perancis, Le Havre, kepada FIFA untuk menginvestigasi klub raksasa Inggris itu. MU dianggap mencuri pemain belia Paul Pogba bulan lalu.