


LONDON, KOMPAS.com - Chelsea akan menghadapi tuntutan hukum lain berkenaan dengan kasus penyerobotan pemain muda. Kini, ASPTT Marseille sedang berkonsultasi dengan pengacara untuk melaporkan kasus ini ke FIFA.
Chelsea sebelumnya sudah dikenai hukuman tak boleh belanja pemain sampai 2011 oleh FIFA, karena dinilai melakukan pelanggaran. Chelsea dianggap bersalah merekrut Gael Kakuta dari RC Lens, dengan cara memengaruhi sang pemain untuk pindah tanpa menyelesaikan administrasi dengan klubnya.
Kini, ASPTT Marseille yang merupakan klub di Marseille, merasa pemain mudanya, Jeremy Boga, dicuri Chelsea pada Oktober 2008. Saat itu, Boga baru berumur 11 tahun.
Presiden ASPTT Marseille, Robert Caturegli bahwa Chelsea telah menawari akomodasi dan sebuah mobil kepada orang tua Boga. Sehingga, transfer Boga ke Chelsea bisa dimungkinkan. Sebelumnya, dia sudah dimonitor oleh Olympique Marseille, Olympique Lyonnais, dan Girondins Bordeaux.
"Ketiga klub besar Perancis itu sangat menginginkan Boga. Tapi, Chelsea menemukan solusi untuk membawa seluruh keluarganya: ibu, dua saudaranya dan mengumpulkan mereka di sebuah rumah di Wimbledon. Ibunya sudah diberi mobil untuk mengantar anaknya ke sekolah atau berlatih," jelas Caturegli kepada The Guardian.
"Boga merupakan anggota tim U-12 tahun kami. Kami klub yang mengembangkan pemain muda. Dia memang belum bisa diikat kontrak, maka kami rasa kami tak bisa langsung ke FIFA," tambahnya.
Sebelumnya, keluarga Boga memang terpisah-pisah. Mereka berkumpul kembali saat Boga pindah ke Inggris. "Tapi, anak itu dibawa ke Inggris dalam usia yang sangat muda. Dan, faktanya Chelsea tidak menyatukan keluarganya dengan alasan-alasan sentimental," katanya.
Beberapa media massa Perancis percaya, rencana tuntutan ASPTT Marseille itu akan didukung Presiden UEFA, Michel Platini. Sebab, Platini sebelumnya mengecam proses perekrutan pemuda yang makin tak etis. Dia menyebut aksi ini sebagai "perdagangan anak". (GRD)

