Senin, 22 Desember 2014

Bola / Liga Indonesia

Indonesia Krisis Pesepak Bola Wanita

Selasa, 1 September 2009 | 21:01 WIB

MEDAN, KOMPAS.com - Indonesia dinilai semakin sulit dalam mencari pemain sepak bola wanita yang berbakat untuk direkrut mengikuti Kejuaraan Piala AFF, yang akan diselenggarakan di Myanmar, 9-18 Oktober 2009.

"Indonesia krisis pemain wanita, dan pengurus PSSI diminta dapat melaksanakan seleksi nasional untuk menjaring pesepak bola wanita," kata pengamat sepak bola nasional, Parlin Siagian di Medan, Selasa (1/9), ketika diminta komentarnya tentang minimnya pemain sepak bola wanita.

Sebenarnya Indonesia cukup banyak memiliki pemain muda wanita yang berasal dari Papua, Ambon, NTB, Jakarta, Jabar, dan Sumut, namun kurang kompetisi di dalam negeri.
Para pemain sepak bola wanita selama ini tidak begitu diperhatikan, dan kurang mendapat pembinaan dari pengurus Pengprov PSSI.

"Jadi tidak perlu heran, ketika PSSI memerlukan pemain wanita akhirnya merasa kesulitan untuk mencarinya. PSSI setiap tahun harus menggelar kejuaraan sepak bola wanita, seperti Liga Indonesia untuk para pemain bola pria," kata Parlin yang juga mantan pemain PSSI di era 1970-an.

Selanjutnya ia mengatakan, pemain bola wanita di tanah air itu, pernah berjaya pada 1970-an dengan menggelar berbagai kompetisi,
namun kompetisi sepak bola itu akhirnya hilang begitu saja dan tidak diketahui apa alasannya.

"Pembinaan sepak bola khusus bagi wanita itu juga diperlukan, seperti di Thailand, China dan negara lainnya yang memiliki pemain wanita cukup tangguh," ujar Parlin.

Ditanya persiapan Indonesia dalam mengikuti Kejuaraan AFF itu, Parlin mengatakan, bisa diikuti dengan mengirimkan para pemain lama yang direkrut dari berbagai daerah di tanah air.

"PSSI diharapkan tetap rutin menggelar kejurnas sepak bola wanita U-16 sebagai solusi mencari pemain. Pemain muda itu nantinya dibina secara serius menjadi pemain nasional senior," katanya. (ANT)


Editor :