


TURIN, KOMPAS.com - Presiden Juventus, Cobolli Gigli mengaku sedang sibuk dengan skuadnya sehingga tidak memikirkan kompetitor lain. Ia pun tidak keberatan bila AC Milan mewakili Juventus mengalahkan Inter Milan dalam "Derbi della Madonnina" akhir pekan ini.
Dominasi Inter dalam empat musim terakhir membuat Juventus dan Milan gregetan. Pasalnya, sebagai raksasa Italia, keduanya cuma kebagian jatah berebut posisi runner-up. Kedua klub ini pun sangat bernafsu menjatuhkan Inter.
Musim ini, ada kesempatan untuk mengakhiri superioritas Inter di Serie-A. Kepergian Zlatan Ibrahimovic yang mengganggu stabilitas permainan Inter, diharapakan akan membukan pintu kehancuran Inter.
Inter memang kini memiliki salah satu penyerang terbaik dunia, Samuel Eto'o. Diego Milito juga tak kalah berbahayanya. Namun, mengacu pada pertandingan Inter versus Bari, Eto'o dan Milito sepertinya masih membutuhkan waktu adapatasi. Bisa dikatakan, Inter masih limbung.
Di sisi lain, Juventus telah melakukan konsolidasi yang lebih efektif ketimbang Inter atau Milan. Diego Ribas dan Felipe Melo bisa langsung klop dengan permainan Juventus. Itu membuat Juventus, seperti dikatakan Marcello Lippi, berpeluang besar merebut scudetto dari tangan Inter.
Sayangnya, Juventus tak bisa segera menuntaskan dendam kepada Inter. Pasalnya, AC Milan-lah yang mendapatkan kesempatan pertama bertemu Inter.
Sebagai kompetitor, Gigli ingin menjadikan duel itu untuk melihat sejauh apa perbedaan selisih kekuatan antara mereka bertiga. Namun, melihat Milan juga menyimpan dendam kepada Inter, ia pun mempercayakan Milan untuk mewakili Juventus memberi pelajaran kepada Inter.
"Saya mencoba berpikir tentang banyak hal di rumah saya sendiri (Juventus). Namun, saya tentunya tidak keberatan (bila Milan menghancurkan Juventus)," ujar Gigli.
Apa pun hasil laga itu, Juventus tetap berambisi melumpuhkan Inter dengan tangan sendiri. Untuk itu, mereka masih memiliki waktu mempersiapkan diri karena Juventus baru akan bertemu Inter pada 6 Desember mendatang. (CDS)


