


LONDON, KOMPAS.com - Tottenham Hotspur memaksa Liverpool menyerah 1-2 dalam duel perdana Premier League, Minggu (16/8), di Stadion White Hart Lane. Kemenangan Spurs ditentukan oleh gol pemain debutan, Sebastien Bassong.
Bek Benoit Assou-Ekotto juga menjadi salah satu pahlawan kemenangan. Dia mencetak gol pertama "Spurs" pada menit ke-44. Liverpool sempat menyamakan kedudukan lewat gol Steven Gerrard dari titik penalti pada menit ke-56, namun tiga menit kemudian Sebastien Bassong mencetak gol penentu kemenangan Tottenham.
Hasil ini betul-betul melukai Liverpool. Mereka turun dengan kekuatan terbaik dan sempat mendominasi permainan. Alur serangan dari sayap yang dimotori Ryan Babel dan Dirk Kuyt beberapa kali berujung umpan-umpan bagus kepada Fernando Torres. Sayang, permainan mereka terbaca oleh barisan belakang "Spurs" yang mampu memotong alur serangan "The Reds". Hasilnya, mereka nyaris tanpa peluang emas di babak pertama.
Sementara itu, meski tidak sengotot Liverpool, Spurs berhasil membangun permainan yang lebih solid. Di tengah derasnya gempuran Liverpool, mereka mampu menjaga fokus dan sabar menunggu kesalahan lawan untuk membangun serangan balasan.
Kesabaran Spurs hampir membawa mereka unggul pada menit ke-31. Saat itu, Robby Keane berhasil menyndul umpan silang Luca Modric ke tengah gawang Pepe Reina. Sayang, Tembakan akurat itu masih masih bisa ditepis Reina.
Meski gagal, usaha itu menginspirasi permainan Spurs. Bila sebelumnya mereka bertahan di belakang, kini mereka berani meladeni serangan Liverpool di lini tengah.
Taktik itu berhasil mengurangi ruang gerak Steven Gerrard dkk. Cara ini juga memberikan kesempatan lebih luas bagi Spurs untuk mengancam lini pertahanan Liverpool.
Kecerdasan Spurs membaca permainan lawan akhirnya membuahkan gol pada menit ke-44 yang dicetak oleh bek Benoit Assou-Ekotto. Gol bermula dari tendangan bebas Tom Huddlestone yang membentur pagar betis Liverpool. Bola kemudian jatuh ke kaki Assou-Ekotto yang langsung menembakkan bola ke sudut kiri atas gawang Reina.
Memasuki babak kedua, Liverpool menggebrak dengan permainan cepat. Permainan ini efektif mengacak-acak lini belakang Spurs yang tampak belum siap merespons agresi itu. Liverpool akhirnya berhasil menyelipkan serangan berbahaya pada menit ke-56.
Saat itu, Glen Johnson berhasil lolos dari kawalan pemain Spurs dan masuk kotak penalti. Kiper Gomes pun memberanikan diri menangkap bola yang berada dalam olahan kaki Johnson. Namun, usaha ini dianggap pelanggaran. Wasit pun menghadiahkan penalti kepada Liverpool.
Steven Gerrard yang dipercaya melakukan eksekusi, mengirim bola ke tengah atas gawang Liverpool. Gomes yang terlanjur menjatuhkan diri ke sisi kanan gawang hanya melongo melihat jalanya bergetar.
Sayang, keberhasilan itu tak membuat permainan Liverpool membaik. Serangan mereka tidak diimbangi pertahanan yang solid. Akibatnya, pada menit ke-59, Spurs kembali unggul berkat gol Sebastien Bassong, yang berhasil menanduk bola kiriman Luca Modric ke sudut kanan atas gawang Reina.
Kembali tertinggal, Liverpool semakin ngotot menyerang. Namun, pergerakan Steven Gerrard atau Ryan Babel terhambat barisan gelandang dan belakang Spurs. Untuk mengatasi keringnya aliran bola dari lini tengah, Dirk Kuyt dan Fernando Torres sempat melakukan aksi individu untuk membongkar benteng Spurs.
Beberapa usaha mereka mengenai sasaran, tetapi Gomes sukses menangkal ancaman mereka. Skor 2-1 untuk Spurs bertahan hingga akhir pertandingan.
Susunan pemain:
Spurs: Gomes; Bassong, King, Assou-Ekotto, Corluka; Huddlestone, Palacios, Modric (O'Hara 83), Lennon; Defoe (Pavlyuchenko 90), Keane (Crouch 68)
Liverpool: Reina; Skrtel (Ayala 75), Carragher, Insua, Johnson; Lucas, Mascherano, Babel (Benayoun 67), Kuyt (Voronin 79), Gerrard; Torres

