


PARIS, KOMPAS.com — Striker Bordeaux, Marouane Chamakh, mengaku kesulitan tidur karena terus memikirkan kepindahan ke Arsenal. Dia sangat ingin menjadi bagian dari "The Gunners", tetapi klub London itu terlalu rendah menawarnya, hingga Bordeaux menolak.
Arsenal hanya mengajukan penawaran sebesar 10,8 juta dollar AS (sekitar Rp 105,9 miliar). Itu dianggap terlalu rendah buat Bordeaux dan terkesan meremehkan. Dengan demikian, Bordeaux langsung menolak, bahkan menyatakan tak akan menjual Chamakh ke klub Inggris.
"Prioritasku pindah ke Arsenal, tapi sebenarnya ada beberapa klub lagi yang tertarik kepadaku. Jika bisa bergabung dengan Arsenal, rasanya akan lebih baik," kata Chamakh kepada televisi Canal Plus.
"Aku sampai kesulitan tidur dan kehilangan banyak waktu istirahat hanya memikirkan pindah ke Arsenal. Semoga harapanku dikabulkan oleh direktur klub. Sejak musim lalu, aku sudah ingin bermain di liga lain," tambahnya.
Bordeaux sebenarnya siap melepaskan Chamakh ke Arsenal, asal berani membayar 21,6 juta dollar AS (sekitar Rp 215,2 miliar). Namun, Wenger keberatan dan menganggap harga tersebut terlalu mahal. Alasannya, kontrak pemain asal Maroko itu hanya tinggal setahun.
"Aku berharap akan terjadi sesuatu, sehingga Bordeaux dan Arsenal bisa mencapai kesepakatan. Sama halnya demi Bordeaux, kepentinganku juga harus diperhatikan. Aku harap klub mempermudah kepindahanku," kata Chamakh.
Meski klub ingin menjual Chamakh, tetapi pelatih Bordeaux, Laurent Blanc, tak ingin kehilangan dirinya. Dia dianggap pemain penting dalam strategi Blanc. Dia mencetak 13 gol musim lalu. Minggu (9/8) ini, dia tampil memukau dengan mencetak 3 gol untuk membawa Bordeaux menang 4-1 atas Lens. (AP)

