Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Arsenal Boleh Dekati Chamakh Lagi
Kamis, 06 Agustus 2009 | 01:58 WIB
|
Share:

BORDEAUX, KOMPAS.com — Usaha Arsenal untuk membeli pemain Bordeaux, Marouane Chamakh, belum berakhir. Presiden Bordeaux, Jean-Louis Triaud, mengatakan bahwa timnya masih membuka peluang kepada "The Gunners" untuk mengajukan tawaran lebih baik untuk striker tersebut.

Pernyataan Triaud ini setidaknya dapat menenteramkan hati pelatih Arsenal, Arsene Wenger, yang sebelumnya menawar Chamakh seharga 6,4 juta poundsterling. Bordeaux sempat menolak pindahan klub asal London tersebut karena mereka meminta harga tak kurang dari 12 juta poundsterling.

Arsenal menganggap harga itu terlalu tinggi sehingga mereka pun menyatakan mundur dari bursa transfer tersebut. Hal ini mengecewakan Chamakh. Pemain asal Maroko itu merasa keinginannya bergabung ke Stadion Emirates dihalang-halangi oleh klubnya sendiri.

Pemberontakan Chamakh itulah yang akhirnya meluluhkan hati Triaud. Ia pun siap bernegosiasi kembali asalkan Arsenal juga bersedia mempertimbangkan kenaikan harga tawarannya.

"Terserah Arsene untuk melihat apa yang ingin ia lakukan," kata Triaud. "Kami selalu bilang bahwa kami mendengarkan (permintaan) pemain, tapi tidak (akan melepasnya) dengan cara lain."

"Yang saya harapkan adalah mencapai kesepakatan secara adil. Hal itu sudah jelas bagi Chamakh dan kami. Jika ada tim di empat besar (tertarik kepadanya), kami akan mempertimbangkannya. Namun, sejauh Bordeaux menerimanya," lanjut Triaud.

Triaud menegaskan, timnya tidak pernah menutup-nutupi karier pemainnya. Manajemen klub tadinya tak ingin menjual pemain 25 tahun tersebut, tetapi karena Chamakh meminta, klub tak dapat berbuat apa-apa selain membuka pintu transfer.

"Saat di mana pemain bilang, 'Aku pergi ke sana dan tidak ke tempat lainnya,' itu lebih mudah bagi Arsenal. Impian Chamakh adalah bergabung ke Arsenal ... dan itu dapat dipahami. Dia tumbuh bersama kami dan kami ingin menyenangkannya," ujar Triaud.

Bersama Bordeaux, Chamakh berhasil mencetak 13 gol di Ligue 1 dan memenangkan timnya di Liga Perancis musim lalu. Kemampuannya itu membuat pelatih Laurent Blanc berencana menggunakannya kembali untuk mempertahankan kekuatan tim karena mereka telah kehilangan winger Gabriel Obertan (ke Manchester United) dan defender Souleymane Diawara (ke Marseille). (TLG)