Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Wenger Tak Ngotot Kejar Chamakh
Selasa, 04 Agustus 2009 | 23:12 WIB
|
Share:

LONDON, KOMPAS.com - Pelatih Arsenal, Arsene Wenger mengaku tak ngotot mengejar penyerang Bordeaux, Marouane Chamakh. Menurutnya, bila Bordeaux tak mau menerima tawarannya sekarang, ia akan menunggu Chamakh lepas kontrak.

Kontrak Chamakh di Bordeaux tinggal semusim lagi dan ia mengaku tak akan memperpanjang kontrak. Kecuali ingin kehilangan Chamakh tanpa mendapat kompensasi, Bordeaux harus menjual Chamakh secepatnya.

Wenger mengerti keadaan itu dan juga tahu mengenai keinginan Chamakh bergabung dengan timnya. Ia pun mengajukan penawaran sebesar lima juta poundsterling atau sekitar Rp 83 miliar.

Presiden Bordeaux, Jean-Louis Triadu menolak tawaran itu karena terlalu sedikit. Ia menegaskan, siapa pun yang menginginkan Chamakh harus membayar 15 juta poundsterling atau sekitar Rp 250 miliar.

"Saya pengaggum kualitas Marouane dan itu alasannya saya mematok harga sangat tinggi. Saya akan mengaku bahwa harga yang saya sebut sangat tinggi. Namun, tawaran Arsenal masih jauh," jelas Triaud seperti dikutip The Sun.

"Saya tak akan mengatakan saya akan bertahan (pada harga) 15 juta poundsterling, tetapi Bordeaux juga harus mendapat untung dari kesepakatan ini," tambahnya.

Menanggapi itu, Wenger malah mengatakan ogah menaikkan tawaran. Ia malah mengancam Bordeaux untuk menerima penawarannya atau tidak sama sekali.

"Dalam lima bulan, bila ia tidak memperpanjang kontraknya, Chamakh akan bebas bicara kepada klub mana pun dan Bordeaux tak akan mendapat apa-apa," ungkap Wenger.

"Saya menyukai Chamakh. Ia adalah penyerang yang menarik bagi saya, tetapi saya sudah punya (Theo) Walcott, (Nicklas) Bendtner, (Robin) van Persie, (Andriy Arshavin, dan Eduardo. Saya tidak buru-buru," lanjutnya.

Wenger mengaku tak melihat adanya alasan bagi Bordeaux untuk mematok harga begitu tinggi untuk Chamakh. Menurutnya, meski Chamakh pemain bagus, secara bisnis dan mengacu pada kontraknya, Bordeaux tak bisa mematok harga setinggi itu.

"Tawaran saya tampaknya adil untuk saya, menimbang keadaan pasar. Chamakh akan bagus, tetapi ada pilihan lain sebelum kami mendesak mereka (menjual Chamakh)," terangnya. (SUN)