


LONDON, KOMPAS.com - Pelatih Chelsea, Carlo Ancelotti, mengizinkan anak didiknya akrab dengannya dan memanggilnya Carlo. Namun, ia menegaskan, tak ada toleransi bagi mereka yang melanggar disiplin.
Ancelotti baru memulai kehidupan di Inggris. Ia berusaha secepatnya beradaptasi dengan makanan, bahasa, budaya, dan lainnya. Menurutnya, tugasnya juga akan lebih mudah bila ia bisa bersikap lebih santai.
Ia menilai, kekakuan relasi baru antara pelatih dan pemain mungkin akan mencair bila saling memanggil menggunakan nama depan. Menurutnya, itu bukan masalah selama pasukannya melakukan pekerjaan mereka dengan baik.
"Biasanya, saya suka dipanggil bos. Namun, beberapa pemain suka memanggil saya, Carlo. Di Italia, mereka bisa memanggil saya tuan. Ini bukan masalah," ujarnya seperti dikutip Daily Mirror.
"Namun, disiplin adalah hal berbeda. Saya ingin menghormati pemain dan saya ingin mendapatkan hormat dari mereka. Jadi, kalau mereka ingin memanggil saya Carlo, itu tidak masalah," tambahnya. (MIR)

