


LONDON, KOMPAS.com — Pemain baru Liverpool Glen Johnson masih merasa sakit hati terhadap mantan pelatihnya di Chelsea, Jose Mourinho. Menurutnya, Mourinho bersikap pilih kasih dan selalu mengganggapnya tak bisa main baik.
Sebelum Mourinho datang ke Stamford Bridge, Johnson sudah lebih dulu bergabung bersama "The Blues" pada 2003, saat klub tersebut masih dilatih Claudio Ranieri. Setahun kemudian, datanglah Mourinho dan petaka bagi Johnson pun dimulai. Mantan pemain West Ham United itu tak mendapat kepercayaan dari pelatih asal Portugal itu sehingga ia dicap sebagai pemain kurang mumpuni.
Johnson mencontohkan salah satu perlakuan Mourinho yang dianggapnya tidak adil, yakni saat Mourinho akan menghadapi Barcelona pada Liga Champions pertamanya bersama "The Blues". Dalam duel tersebut, Johnson kalah bersaing dengan Paulo Ferreira, pemain yang didatangkan Mourinho dari FC Porto pada 2004.
"Kami menghadapi dua pertandingan sebelum lawan Barcelona. Mourinho mengujiku dalam sebuah laga dan berkata di hadapan lima orang saksi bahwa jika aku main baik, aku akan disertakan (lawan Barca)," ungkap defender Inggris tersebut.
"Aku segera mengatakan kepada agenku bahwa tak masalah seberapa baik aku bermain, aku pasti akan disingkirkan karena Mourinho tidak menginginkanku di dekat tim saat duel lawan Barcelona," tambahnya.
Sejak saat itulah Johnson merasa bahwa Mourinho bakal mematikan kariernya. Baginya, kedatangan Mourinho dan Ferreira menjadi ancaman dalam hidupnya. Hanya bermain sebanyak 18 kali di Premier League dalam dua tahun kariernya bersama Mourinho telah membuatnya frustrasi.
Johnson akhirnya pindah ke Portsmouth, sebagai pemain pinjaman pada 2006, lalu benar-benar pindah pada 2007. Johnson terpaksa melakukannya karena hanya dengan cara itulah ia bisa mengembalikan permainan terbaiknya, apalagi setelah kesempatannya membela Inggris mulai pudar pada tahun-tahun tersebut.
"Aku tahu bahwa meskipun aku mencetak empat gol, aku akan dicoret pada laga berikutnya. Itu mematikan karier profesional Anda," keluhnya.
"Dia tidak pernah bilang kepadaku tentang mengapa aku tidak bermain. Dia mungkin mengira aku akan pergi ke Portsmouth, menjauh, menghilang, dan tidak berbuat apa-apa di pertandingan, dan mungkin 70 persen penggemar sepak bola memikirkan hal serupa. Orang-orang, bahkan Jose Mourinho, juga bisa salah," tambahnya.
Kini Johnson boleh berbangga hati karena ia kembali dipercaya memperkuat "The Three Lions". Hal itulah yang membuat Liverpool tertarik kepadanya. Harga transfernya pun tinggi, yakni 17,5 juta poundsterling atau hampir Rp 290 miliar. Itu membuktikan bahwa ia memang bisa bermain baik dan layak mendapat kepercayaan dari pelatih. (TIMES)

