


LONDON, KOMPAS.com — Pelatih Chelsea Carlo Ancelotti ingin mengikuti jejak Jose Mourinho sebagai pelatih populer di klub tersebut. Sebaliknya, Mourinho justru meledek Ancelotti dan menganggapnya bukan teman.
Bagi Chelsea, Mourinho merupakan pelatih paling sukses sepanjang sejarah. Ia mampu mematahkan dominasi Manchester United di kompetisi domestik dan menjadi satu-satunya pelatih Chelsea yang berhasil memberikan gelar juara Premier League.
Meski tak berhasil menyumbangkan piala Liga Champions, ia tetap dianggap sebagai orang paling sukses di Stamford Bridge. Pelatih setelahnya, Avram Grant, Luiz Felipe Scolari, dan Guus Hiddink pun sama-sama gagal berjuang di Eropa.
Prestasi inilah yang ingin dilalui oleh Ancelotti, setidaknya disamai. Dengan memberikan banyak gelar, Ancelotti berharap bisa setenar Mourinho.
"Saya kira Mourinho adalah pelatih hebat karena dia memenangkan banyak trofi, tapi ini bukan perang antara Mourinho dan saya," kata Ancelotti, yang sebelumnya menyatakan tidak mengenal ada orang lain yang berjuluk "The Special One".
"Wajar jika dia populer di Chelsea karena dia memenangi Premier League, tapi saya juga ingin memenanginya. Saya juga ingin populer bersama penggemar," lanjut mantan pelatih AC Milan itu. "Saya tidak yakin apakah waktunya akan lama atau singkat, tapi saya ingin orang mengingat saya."
Jika Ancelotti terang-terangan memuji Mourinho, hal sebaliknya diucapkan oleh pelatih Portugal tersebut. Mourinho menganggap bahwa Ancelotti bukan temannya.
"Ancelotti bukan teman saya," katanya kepada Sky Sport Italia. "Dia pelatih bagus dengan segudang pengalaman dan bisa bekerja baik. Di Inggris, mereka kini bilang dia adalah Pangeran Charles, tapi saya hanya tahu satu Pangeran Charles—Pangeran dari Wales."
"Ancelotti bilang dia tidak kenal 'Special One' lain? Saya juga tidak, tapi saya tahu pelatih yang memenangi dua gelar beruntun bersama Chelsea setelah 50 tahun tak memenanginya. Jika dia memenangi gelar (Liga Inggris), dia melakukannya setelah empat tahun tak memenangi apa pun," sindirnya.

