Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Ferguson Selamatkan Owen demi Inggris?
Sabtu, 04 Juli 2009 | 02:57 WIB
|
Share:

LONDON, KOMPAS.com - Manchester United membuat langkah kejutan dengan merekrut Michael Owen sebagai pemain baru mereka. Timbul pertanyaan, apakah langkah pelatih Sir Alex Ferguson ini merupakan cara agar striker tersebut bisa bermain lagi di timnas Inggris?

Pertanyaan itu wajar diajukan mengingat MU baru saja menjalankan aturan baru di mana mereka tidak akan membeli pemain berusia lebih dari 26 tahun dengan kontrak jangka panjang. Owen tiga tahun lebih tua dari batas umur tersebut, tapi keputusan Ferguson tidak mengingkari aturan dalam klubnya.

Dengan membawa Owen, MU tak perlu mengeluarkan uang sepeser pun karena musim panas ini statusnya adalah pemain free transfer. Ferguson pun hanya mengontrak pemain 29 tahun itu selama dua tahun bukan lima atau enam tahun. Waktu yang singkat itu bisa menjadi tantangan bagi Owen untuk mengekspresikan kemampuan terbaiknya sebelum bergabung dengan Inggris menuju Piala Dunia 2010, suatu hal yang selama ini jauh dari jangkauannya.

Mantan pemain dan pelatih Owen di Newcastle United, Alan Shearer, pernah mengatakan bahwa ia terpaksa menyisihkan Owen di laga terakhir "The Toon" lawan Liverpool di Liga Inggris, Mei silam. "Saya harus memutuskan siapa yang bisa mencetak gol dari jarak 18 meter," kata Shearer waktu itu. "Obafemi Martins tampaknya bisa melakukan itu lebih baik dibanding Michael Owen."

Sejak mengalami cedera metatarsal pada akhir musim 2005/2006, karier Owen merosot tajam. Pelatih Inggris saat itu, Sven-Goran Eriksson, memaksanya ikut Piala Dunia 2006 meski Owen belum pulih seratus persen. Di turnamen dunia itu, Owen akhirnya hanya bertahan selama 51 detik pada laga ketiganya di fase grup versus Swedia. Cedera ligamen di lututnya itu membuatnya keluar dari turnamen tersebut tanpa satu gol pun. Cedera itu pula yang memaksanya absen hingga akhir musim 2006/2007 dengan catatan 89 caps.

Sampai detik ini, pelatih Inggris Fabio Capello tak pernah memanggilnya ke dalam skuad "St George Cross". Hal itu merupakan pukulan berat bagi pemain termuda yang masuk skuad Inggris tersebut, sebelum rekor itu terpecahkan oleh Wayne Rooney pada 2003. Kesempatan baginya hanya datang jika ia bisa bermain di klub elite Premier League.

Meski demikian, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Owen musim depan, salah satunya adalah mencetak banyak gol seperti yang pernah ia lakukan saat berseragam Liverpool. Owen juga harus mulai menyesuaikan gaya permainannya dengan permainan modern yang menuntut striker lebih banyak bergerak, lebih kuat dan cepat di semua area lapangan. Pada era kepelatihan Kevin Keegan di Newcastle, Owen tidak bermain sekompleks itu.

Di Old Trafford, tuntutan bagi Owen mungkin tak sebesar itu. Kesertaannya bersama "Setan Merah" dapat mengembalikan formasi 4-4-2 yang pernah dikembangkan Ferguson. Format ini pernah berjaya sebelum Fergie mengubahnya menjadi 4-3-2-1 musim lalu agar bisa memaksimalkan potensi Cristiano Ronaldo dan membebaskan Rooney di sayap.

Dengan Owen di depan, Rooney ataupun Dimitar Berbatov akan membantunya di barisan depan. Di tengah, pemain baru Luis Antonio Valencia bisa beralih tugas dengan Nani, Ji-Sung Park, Zoran Tosic atau Fabio da Silva sebagai pemain sayap. Adapun Michael Carrick dan Anderson tetap di lapangan sentral, menjaga keseimbangan tim agar Owen tak perlu terlalu sering ke belakang.

Itulah formasi yang tepat bagi Owen karena ia tak cocok bermain sebagai ujung tombak maupun dipasang dalam formasi 4-3-3. Dengan 4-4-2, bantuan suplai bola dari Rooney ataupun Berbatov akan mempermudah Owen sebagai penembak.

Jika rencana itu sukses, Capello bisa menerapkannya pula di timnas. Belakangan ini pelatih asal Italia itu juga lebih suka memasang Rooney sebagai pemain sayap. Owen bisa menjadi alternatif penyerang selain Emile Heskey, yang dua tahun lebih tua dibandingkan Owen.

Dalam catatan The Telegraph, pasangan Owen-Rooney sudah 29 kali berpasangan bersama Inggris dan menghasilkan 17 kemenangan, lima seri, dan tujuh kekalahan. Dalam duet tersebut, Rooney mencetak 12 gol, satu gol lebih banyak dari Owen. (TLG)