Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Milan Bantah Telah Bangkrut
Jumat, 03 Juli 2009 | 05:06 WIB
|
Share:

MILAN, KOMPAS.com — Manajer Umum Fininvest (perusahaan milik Presiden AC Milan Silvio Berlusconi), Pasquale Cannatelli, menegaskan, Milan tidak bangkrut sehingga tak perlu menjual saham. Menurutnya, keuangan klub normal meski belum merasa perlu investasi baru.

Milan memutuskan menjual Kaka karena krisis finansial. Namun, nilai penjualan sekitar Rp 930 miliar diduga belum menormalkan kondisi ekonomi klub secara signifikan.

Berlusconi sendiri tidak bisa mengucurkan uang untuk klub. Posisinya sebagai Perdana Menteri Italia tidak memungkinkannya mengeluarkan dana investasi besar dari kocek pribadi. Penjualan saham dinilai sebagai solusi untuk menyehatkan perekonomian klub.

Miliuner asal Dubai, Sheik Mohammed bin Rashid Al Maktoum, dikabarkan siap membeli 40 persen saham keluarga Berlusconi dengan harga 350 juta poundsterling atau senilai hampir Rp 5,9 triliun. Namun, pemerintah Dubai membantah rumor tersebut.

Terlepas dari kebenaran kabar itu, Cannatelli menyatakan bahwa keluarga Berlusconi tidak pernah berniat menjual sahamnya. Mereka berkomitmen untuk mempertahankan Milan sebaik-baiknya.

"Milan tidak dijual. Keluarga Berlusconi tidak punya intensi menjual saham minoritas 'I Rossoneri'," kata Cannatelli seperti dikutip Channel4.

"Ini akan tidak masuk akal dan kami tidak perlu (investasi baru). Kami juga sudah memenuhi kebutuhan kami dengan penjualan Kaka ke Real Madrid," tambahnya.

Berlusconi membeli Milan pada 1986 dan menginvestasikan uang besar untuk pengembangan klub. Dengan dukungan pelatih Arrigo Sacchi, Milan membangun tradisi sebagai salah satu klub terbesar dunia. (CH4)