Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Cassano Solusi "Gli Azzurri"
Rabu, 01 Juli 2009 | 07:44 WIB
|
Share:

ROMA, KOMPAS.com — Mantan pelatih tim nasional U-21 Italia, Claudio Gentile, menilai bahwa penyerang Sampdoria, Antonio Cassano, sudah matang. Menurutnya, Cassano bisa menjadi solusi bagi timnas senior Italia.

Reputasi sepak bola Italia sedang melorot, baik di Liga Serie-A, maupun timnas. Pada gelaran Piala Konfederasi 2009, mereka diharapkan bisa berprestasi, sekadar menunjukkan bahwa sepak bola Italia masih ada.

Kenyataannya berbeda. Italia tersingkir di babak penyisihan Grup-B setelah ditaklukkan Mesir 0-1 dan Brasil 0-3. Banyak yang menilai, Italia sudah terlalu tua dan lamban. Mereka perlu peremajaan.

Nama Cassano didengungkan masyarakat sebagai pemain yang harus masuk timnas. Publik sepak bola Italia sepakat menilai Cassano telah berubah menjadi lebih baik, secara mental, fisik, dan keterampilan. Gentilo adalah salah satunya.

"Saya tak akan menasihati (pelatih timnas Italia, Marcello) Lippi karena ia tentu tidak membutuhkannya. Tetapi, saya sungguh punya opini sendiri. Piala Konfederasi secara jelas mengatakan bahwa Italia membutuhkan peremajaan," ungkap Gentile.

"Pemain pertama yang terpikir oleh saya adalah Antonio Cassano, orang yang banyak bermasalah dengan saya, seperti yang Anda ingat ketika saya melatih U-21. Namun, sekarang ia telah dewasa sebagai pria dan mempertimbangkan kelas aslinya, ia bisa menjadi berguna untuk tim nasional Lippi," ujarnya.

Cassano diakui sebagai salah satu pemain berbakat terbaik Italia. Sayang, kariernya meredup karena sifat temperamentalnya. Toh, itu tak mengurangi kemampuan aslinya.

Seiring tempaan pengalaman, Cassano menjadi pemimpin lapangan bagi Sampdoria. Dukungan yang menyebutnya pantas masuk timnas pun mengalir. Namun, Lippi tak juga memanggilnya. Meski mengatakan bahwa ia dan Cassano tak punya masalah, tetapi banyak yang meyakini bahwa Lippi antipati kepada Cassano.

Sekarang, Lippi tak bisa lagi menutupi cacat "Gli Azzurri". Renovasi harus dilakukan, dan seharusnya, nama Cassano tak akan kembali dilupakan.

Musim lalu, Cassano mencetak 12 gol dan 11 assist dalam 35 penampilannya di Serie A. Ia memulai setiap pertandingan itu sebagai starter. Itu membuktikan banyak hal tentang perubahan positif dalam diri Cassani, terutama soal fisik, konsistensi, dan kemampuan kerja sama. (GL)