


MANCHESTER, KOMPAS.com — Carlos Tevez mengakhiri masa pinjam di Manchester United (MU), Selasa (30/6) hari ini. Tevez pun merasa lega. Sebab, katanya, selama di MU dia merasa menderita. Sudah begitu, pelatih Sir Alex Ferguson terlalu berkuasa, layaknya presiden Inggris.
Suporter MU sebenarnya menginginkan Tevez tetap bertahan. Namun, klub itu tak bersedia membeli hak kepemilikan atas dirinya. Tevez semakin dekat pindah ke Manchester City. Diperkirakan, urusan transfer akan selesai dalam sepekan.
Tevez mengatakan, Ferguson juga melakukan kesalahan dalam memperlakukan dirinya, terutama pada final Liga Champions lawan Barcelona. Dia merasa melakukan persiapan dengan baik agar tampil sebagai starter. Namun, Freguson justru mencadangkannya. Pada pertandingan itu, MU kalah 0-2.
"Anda tak bisa berdebat dengan Alex Ferguson. Dia seperti presiden Inggris. Sangat mustahil berdebat. Kalaupun bisa, Anda akan selalu kalah," kata Tevez.
"Dia melakukan kesalahan karena mencadangkanku di final Liga Champions. Itu satu-satunya final yang berakhir dengan kekalahan sejak aku berada di Manchester United," tambah Tevez.
Karena itu, Tevez pun kini tak ragu lagi meninggalkan MU. Sebab, dia merasa meninggalkan penderitaan. "Keluargaku tahu betapa aku menderita di MU. Aku tak bisa langsung pulang setelah pertandingan atau latihan dan harus melupakan rasa sakitku. Itu jelas tak bagus dan aku merasa sedih," kata Tevez. (GDN)

