


Palembang, Kompas-
Hal itu dikatakan Direktur Utama PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Dody Reza Alex, Senin (29/6), dalam jumpa pers bersama manajemen PT SOM, pelatih, dan pemain Sriwijaya FC.
Dody mengatakan, target Sriwijaya FC pada musim depan adalah merebut gelar juara Liga Super yang diraih Persipura Jayapura dan mempertahankan Piala Copa Indonesia.
Menurut Dody, Sriwijaya FC juga menargetkan dapat mengangkat persepakbolaan nasional di kancah internasional dalam ajang Piala AFC.
Ia mengutarakan, hasil yang diperoleh Sriwijaya FC tahun ini dengan mempertahankan Piala Copa merupakan sebuah perjuangan berat. ”Tujuh bulan lalu saya tidak berani pasang target. Ternyata Sriwijaya FC bisa tampil di ajang Liga Champions Asia, mempertahankan Piala Copa, dan berada di papan atas Liga Super Indonesia,” kata Dody.
Manajer Sriwijaya FC Bariyadi yang tidak lagi menjabat manajer pada musim depan mengucapkan terima kasih kepada para pemain Sriwijaya FC yang sudah bergabung bertahun-tahun maupun baru beberapa bulan.
”Saya mengucapkan terima kasih khususnya kepada Afriyanto yang sampai saat ini masih cedera. Saya akan membayar gajinya selama setahun penuh,” kata Bariyadi.
Bariyadi mengatakan, pemain Sriwijaya FC yang tidak diperpanjang kontraknya masih punya kesempatan bergabung dengan klub-klub lain.
Namun, Bariyadi tak bersedia menyebutkan nama-nama pemain yang akan diperpanjang kontraknya maupun pemain yang tidak bisa bergabung lagi.
Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan juga belum bersedia mengungkapkan nama-nama pemain tersebut.
Gubernur Sumsel Alex Noerdin yang hadir dalam acara tersebut mengutarakan, di balik prestasi Sriwijaya FC di bawah manajemen PT SOM, masih terdapat banyak persoalan.
”Asrama pemain yang ada sekarang tidak layak menjadi markas tim juara seperti Sriwijaya FC. Prioritas kita adalah perbaikan fasilitas pemain, termasuk asrama,” kata Alex Noerdin.
Menurut Alex Noerdin, pemain Sriwijaya FC boleh memiliki rumah murah tipe 36 di Jakabaring. Kalau pemain tidak bersedia menghuni, rumah tersebut boleh disewakan.
Alex Noerdin mengatakan, pemain yang tidak dikontrak lagi akan tetap diperhatikan. Pemain yang sakit akan mendapatkan pengobatan di dalam maupun di luar negeri.

