Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Play-off ISL
PSMS dan Persebaya All-Out
Selasa, 30 Juni 2009 | 00:54 WIB
|
Share:

BANDUNG, KOMPAS.com — Kubu PSMS Medan dan Persebaya Surabaya sesumbar untuk tampil habis-habisan pada babak play-off promosi dan degradasi Liga Super Indonesia 2009 yang akan digelar di Stadion Siliwangi Kota Bandung, Selasa (30/6).

Pelatih kedua tim, Rudy William Keltjes dari PSMS dan Aji Santoso (Persebaya), menyatakan akan turun full team pada laga hidup-mati itu.

"Tak ada pilihan lain, Persebaya akan turun lebih baik dibanding saat tampil di final Divisi Utama lalu," kata Pelatih Persebaya Aji Santoso, Senin (29/6).

Pasukan "Bajul Ijo", julukan Persebaya, dipastikan tampil dengan kekuatan supernya untuk memastikan diri promosi ke Liga Super Indonesia 2009. Bertanding di Kota Bandung, kata Aji, tak masalah bagi Persebaya. Ia optimistis para pemainnya bisa meraih target di akhir musim kompetisi tahun ini.

"Suhu pertandingan ini lebih tinggi dibandingkan di Divisi Utama lalu. Pertandingan tak hanya butuh kemampuan teknik dan strategi, namun juga butuh penguasaan mental bertanding agar lepas dari tekanan lawan," kata Aji yang mantan pelatih Persik Kediri itu.
 
Menurut Aji, pertandingan itu tak sebatas duel hidup-mati, tetapi sebuah pertarungan prestise, baik bagi PSMS, maupun Persebaya.

"Itu sangat menentukan, tak heran bila pertandingan akan luar biasa dengan spirit all-out, penuh tekanan, dan keras," kata Aji yang mantan bintang Arema dan Persebaya itu.

Sebaliknya, Pelatih PSMS Medan Rudy William Keltjes yang asal Jawa Timur juga menyatakan tekadnya untuk mempertahankan Tim "Ayam Kinantan" itu tetap bertahan di Liga Super Indonesia pada musim depan. Menurut Rudi, tidak ada perbedaan kasta kompetisi pada babak play-off.

Ia memandang Persebaya merupakan tim yang memiliki karakter dan sarat pemain berkualitas sehingga timnya disiapkan khusus untuk meredam tim Surabaya itu. Meski berposisi sebagai orang Jawa Timur, Rudy menyatakan tetap profesional dan membantu tim asuhannya untuk tampil maksimal. Sebagai orang Jatim, Rudy kenal betul tim Persebaya yang akan menjadi lawan tim asuhannya pada laga hidup-mati esok hari.

"Tak ada kasta kompetisi di sini, kami siap untuk menghadapi Persebaya. Kami sudah melakukan persiapan maksimal," kata Keltjes.

Berbeda dengan Persebaya, tim PSMS Medan lebih diuntungkan karena berlaga di Bandung, pangkalan induk mereka selama musim kompetisi lalu. Meski tidak berlaga di Stadion Si Jalak Harupat, yang merupakan pangkalan induk PSMS, setidaknya pasukan Medan itu lebih mengenal udara Bandung pada malam hari.

"Saya berharap pada pertandingan besok berlangsung jujur dan fair. Kami berharap kemampuan maksimal pemain menentukan hasil pertandingan esok," kata Keltjes. (ANT)