

MADIUN, KOMPAS.com - Seorang suporter Persebaya Surabaya tewas, Senin (29/6), setelah terjatuh dari Kereta Api Pasundan (Surabaya-Bandung), kereta api yang ditumpangi 450 bonek yang hendak ke Bandung untuk mendukung Persebaya melawan PSMS Medan dalam laga playoff, Selasa (30/6).
Selain itu, tiga bonek lainnya terluka di bagian pelipisnya karena terkena kabel sinyal dan telekomunikasi. Namun karena hanya luka ringan, para bonek ini tidak dilarikan ke rumah sakit.
Informasi adanya bonek yang tewas ini sudah diketahui dari sejumlah bonek saat KA Pasundan dihentikan pada pukul 09.1 5 di Stasiun Madiun oleh PT KA Daerah Operasi VII Madiun. Penghentian dilakukan untuk menertibkan puluhan bonek yang duduk di atas gerbong KA Pasundan.
Namun dari informasi yang diperoleh Senin pagi itu, tubuh bonek yang tewas baru ditemukan malam hari setelah petugas menyisir jalur kereta api antara Kota Madiun sampai Saradan, Kabupaten Madiun. Tubuhnya berada di KM 146 atau persisnya di Desa Kali Gunting, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun.
Namun identitasnya belum diketahui, kata Kepala Keamanan PT KA Daerah Operasi VII Madiun, Surani, yang dihubungi Kompas sekitar pukul 19.30. Menurut informasi dari sejumlah bonek, bonek yang tewas itu terjatuh dari kereta api setelah kakinya kena jembatan di Kali Gunting.


