Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Dunga: Pemain Brasil Main Bola Sejak Orok
Minggu, 28 Juni 2009 | 01:12 WIB
|
Share:
GETTY IMAGES/KOJI WATANABE
Carlos Dunga

TERKAIT

JOHANNESBURG, KOMPAS.com - Pelatih Brasil Carlos Dunga percaya bahwa para pemainnya memiliki bakat bermain bola sejak sebelum dilahirkan. Oleh karena itu, ia percaya timnya bisa mencetak gol cepat saat bertemu Amerika Serikat pada final Piala Konfederasi 2009.

Brasil melangkah ke final setelah melalui perjuangan berat lawan tuan rumah Afrika Selatan, Kamis (25/6). Di babak semifinal itu, juara lima kali Piala Dunia tersebut kesulitan mencetak gol. Tim "Samba" akhirnya menang melalui gol tunggal Dani Alves lewat tendangan bebas dua menit sebelum bubar.

Dunga tak ingin mengulang kesulitan yang sama, apalagi sebelumnya mereka sudah pernah menaklukkan "The Yanks" di penyisihan grup. Dengan modal kemenangan 3-0 itu, "Selecao" yakin bisa mencetak gol secepat mungkin pada partai puncak, Minggu (28/6).

"Itu akan menjadi permainan yang butuh kesabaran, tapi kami menginginkan gol cepat," kata Dunga. "Duel lawan AS di fase grup hanyalah satu hal, Minggu akan berbeda. Kami akan coba menerapkan ritme kami yang biasanya, menjaga penguasaan bola selama mungkin dan membuat permainan terbaik."

Meski pernah mengalahkan Landon Donovan dkk, tak sedikit pun Dunga ingin meremehkan lawan. Pasukan Bob Bradley itu tetap berbahaya karena punya taktik jitu dan berbahaya dalam membuat jebakan. Kemenangan atas juara Eropa, Spanyol, telah membuktikan betapa hebatnya tim tersebut.

"AS punya taktik sangat kuat dan serangan balik berbahaya dan semakin menyulitkan karena mereka dapat mempertahankannya selama 90 menit. Mereka musuh yang rumit," tambah Dunga. "Mengalahkan Spanyol, Anda harus punya kemampuan dan layak dan AS telah menunjukkan bahwa mereka punya keduanya dan hal lain."

Dalam pertandingan nanti, Dunga percaya bahwa etos kerja para pemainnya bisa diandalkan. Dunga salut dengan penampilan Lucio dkk yang tak pernah mengeluh selama 19 hari menjalani turnamen. Itulah sebabnya ia yakin bahwa tim telah termotivasi untuk menang.

"Tim ini telah meraih apa saja berkat etika kerja para pemain. Pemain-pemain ini sudah menendang bola sejak di perut ibunya. Mereka memiliki motivasi yang diharapkan dan bangga bermain untuk Brasil," ujarnya.

Jika menang lagi, Brasil akan mempertahankan gelar juara yang mereka raih empat tahun silam di Jerman. (AP)