Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
AS Siap Jungkalkan Brasil
Sabtu, 27 Juni 2009 | 23:30 WIB
|
Share:
AFP
Kiper Amerika Seriakt, Tim Howard, akan bekerja keras saat menghadapi Brasil di final Piala Konfederasi, Minggu (28/6).

TERKAIT

JOHANNESBURG, KOMPAS.com - Amerika Serikat (AS) merasa meraih kehormatan besar karena untuk pertama kalinya mampu tampil di final kompetisi besar, Piala Konfederasi, dan melawan tim besar Brasil. Sudah kadung di final, AS pun tak mau sekadar tampil, tapi bertekad menaklukkan juara Piala Dunia lima kali itu, demi sejarah besar sepak bola AS.

Pelatih AS, Bob Bradley mengatakan, "Ini pertama kalinya kami bermain di final kompetisi tingkat dunia. Dan, melawan tim sekelas Brasil akan menjadi sejarah. Ini ekstra spesial," kata Bradley.

Pekan lalu, Brasil mengalahkan AS 3-0 di penyisihan grup. Namun, AS langsung bangkit dan lolos ke semifinal. Bahkan, sebelum ke final, AS menaklukkan tim favorit juara, Spanyol, dengan skor 2-0. Kemenangan itu menaikkan kepercayaan diri. Sehingga, mereka ingin mengulang sukses saat menghadapi Brasil di final Piala Konfederasi, Minggu (28/6).

AS sudah 14 kali bertemu dengan Brasil. Namun, mereka hanya menang sekali. Itu terjadi di Piala Emas 1998. Saat itu, kiper Kasey Keller sangat berperan besar menahan gempuran Brasil. Kini, kiper AS adalah Tim Howard dan dia kemungkinan dipaksa bekerja keras mengamankan gawangnya.

"Ini kesempatan besar bagi kami dan jarang terjadi. Tak pernah terpikirkan kami bisa lolos ke final. Maka, kami harus memanfaatkan kesempatan ini. Jika kalah, biarlah kalah. Tapi, kami akan melakukan segala hal untuk memenangkan pertandingan," kata penyerang AS, Landon Donovan.

Donovan belum masuk timnas saat AS mengalahkan Brasil. Bahkan, saat memperkuat timnas U-23, dia mendapat pengalaman buruk, karena AS dihajar Brasil 0-7. Maka, dia ingin melakukan pembalasan di final Piala Konfederasi ini.

"Aku belum pernah mengalahkan Brasil di level apa pun. Akan sangat menyenangkan jika kami bisa mengalahkan di final Piala Konfederasi," katanya. (AP)