Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Tevez: Kontrak Berbatov Merusak Karierku
Sabtu, 27 Juni 2009 | 22:21 WIB
|
Share:

LONDON, KOMPAS.com - Striker Argentina Carlos Tevez akhirnya bicara blak-blakan soal keputusannya meninggalkan Manchester United. Ia merasa kedatangan Dimitar Berbatov telah merusak kariernya dan membuat pelatih Sir Alex Ferguson melupakannya.

Setelah merumput bersama West Ham United, karier Tevez menanjak pesat setelah MU meminjamnya dari konsorsium milik Kia Joorabchian pada 2007. Dua tahun ia bersama "Setan Merah" sebagai pemain berstatus pinjaman sebelum memutuskan pergi dari Old Trafford, Juli nanti.

Seperti yang sering ia kemukakan sebelumnya, ia merasa dirinya dicampakkan oleh Ferguson. Momen itu dimulai sejak Ferguson membeli Berbatov dari Tottenham Hotspur dengan harga 30,75 juta poundsterling pada 2008.

"Aku tak merasa mendapat dukungan setelah mereka (MU) mengontrak Berbatov karena akulah orang yang harusnya melakukan pekerjaan yang akan dia lakukan," kata Tevez di situs The Telegraph dan dikuatkan dengan wawancaranya kepada The Sun.

"Ferguson bilang padaku tak usah khawatir soal kedatangan Berbatov, tapi aku tidak suka ketika dia mulai membuatku lebih sering di bangku cadangan. Aku memberikan hidupku untuk Manchester United," lanjutnya.

Karena nasihat dari "The Gaffer" itulah, Tevez pun tak lagi merisaukan kariernya bersama Gary Neville cs. Hingga paruh musim lalu, ia masih berharap MU menetapkan statusnya menjadi pemain permanen dengan harga 25 juta poundsterling. Akan tetapi, tawaran itu tak kunjung tiba. Joorabchian pun mulai resah karena MU membedakan nasib kliennya, tak seperti perlakuan Ferguson terhadap Cristiano Ronaldo maupun Wayne Rooney.

"Tahun lalu, aku top-scorer kedua setelah Cristiano. Kami memenangi dua trofi (the Premier League dan Piala Carling) dan keluar dengan cara seperti ini adalah hal yang tak bisa kumengerti," ujar Tevez.

"Ketika aku datang, aku harus berjuang untuk sebuah tempat bersama pemain lain. Musim pertamaku bagus. Aku menjadi starter atau cadangan, tapi aku menghargai itu. Namun, tahun keduaku, setelah laga lawan Liverpool (13 September 2008), pelatih mulai melupakanku," keluh pemain 25 tahun itu. "Penggemar sangat mendukungku jadi kupikir semuanya lancar karena penampilanku juga bagus. Aku profesional."

Kini Tevez benar-benar yakin bakal pindah. Belum diketahui, klub mana yang akan mengontraknya musim depan. Manchester City menjadi tim yang paling berpeluang mendapatkannya karena klub tetangga MU itu sudah menyiapkan gaji tinggi untuknya.