Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Del Bosque Sakit Hati kepada Perez
Kamis, 25 Juni 2009 | 01:24 WIB
|
Share:

BOEMFONTEIN, KOMPAS.com - Pelatih timnas Spanyol, Vicente Del Bosque, ternyata masih sakit hati kepada Presiden Real Madrid, Florentino Perez. Sebab, dia memperlakukannya dengan buruk saat melatih Real Madrid dan memecatnya di saat Del Bosque memberi kesuksesan.

Pemecatan itu ternyata sangat menyakiti hati Del Bosque. Bahkan, dia mengaku itulah peristiwa yang paling menyakitkan dalam hidupnya dan masih terasa sampai kini.

"(Pemecatan) itu kasar yang sangat menyakitkan. Ssaya tak tahu persis apakah ini kebijakan Florentino Perez sendiri atau orang-orang di sekitarnya. Tapi, sejujurnya, pemecatan itu hal yang paling menyakitkan buat saya," aku Del Bosque yang sedang berada di Afrika Selatan (Afsel) untuk mengikuti Piala Konfederasi.

Del Bosque sangat sukses saat melatih Real Madrid pada 1999 sampai 2003. Dia telah mempersembahkan dua gelar Liga Champions, dua Divisi Primera, satu Piala Super Spanyol, satu Piala Interkontinental, dan satu Piala Super Eropa. Namun, hanya 24 jam setelah dia membawa Real Madrid juara Divisi Primera 2002-03, dia langsung dipecat.

Saat itu, Presiden Madrid adalah Florentino Perez. Dia mengatakan, Del Bosque pelatih kuno. "Del Bosque bukan pelatih masa depan buat Madrid," jelasnya waktu itu.

Perez kini kembali menjadi presiden Madrid. Del Bosque pun melontarkan kritikannya. Menurutnya, kebijakan Perez membangun proyek Los Galacticos yang mendatangkan bintang-bintang dunia tak akan banyak membantu. Dia juga mengatakan, pengeluaran Madrid sebesar 223 euro hanya untuk mendapatkan Kaka dan Cristiano Ronaldo terlalu berlebihan.

"Kita bisa lihat sejarah. Pada era 1970-an dan 1980-an ketika Barcelona mengusung banyak pemain bintang dunia, tapi justru Madrid yang juara. Sukses tim tak hanya karena kebintangan, tapi juga sikap yang baik pula. Memiliki para pemain bintang bukan jaminan," tegas Del Bosque. (AP)