Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Suazo, Si Bengal yang Jadi Andalan
lhw | Rabu, 24 Juni 2009 | 10:01 WIB
|
Share:
AFP
Penyerang Cile, Humberto Suazo (kiri).

TERKAIT

Ketika orang bertanya kepada Humberto Suazo, apa profesinya, ia cuma akan menjawab, "Mesin gol." Setelah itu, ia akan menyodorkan statistik gol yang dicetaknya selama kariernya, yang dimulai sejak usia enam tahun di klub Santiago Paperchase.

Ketika ia berusia 16 tahun, ia dilepas ke Universidad Catolica. Namun, ia gagal menampilkan kemampuan terbaiknya dan dilepas karena kerap melanggar aturan klub. Dari sana, ia merintis karier baru dengan bermain di sejumlah klub Cile.

Nama Suazo mulai bergaung di Eropa ketika ia dipinjamkan Monterrey ke Real Zaragoza pada musim 2009-2010. Di sana, Suazo mencetak enam gol dari 17 penampilan.

Itu memang kurang mencerminkan kualitas terbaik Suazo. Pasalnya, pada 2006, ia pernah mencetak 51 gol dalam satu musim bersama Monterrey. Namun, mengingat Zaragoza adalah klub Eropa pertama yang ia bela, pencapaian itu merupakan prestasi dan masih mungkin meningkat.

Salah satu kelebihan Suazo adalah mampu bermain sama efektifnya, baik ketika berada di dalam atau di luar kotak penalti. Ini membuat media-media Eropa menyebutnya cuma berada satu level di bawah legenda Cile, Ivan Zamorano dan Marcelo Salas.

Suazo tak berkomentar soal penilaian tersebut. Ia mengaku hanya ingin memberikan yang terbaik untuk Cile di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Menurutnya, ia setidaknya bisa memperbaiki rekor gol timnasnya sendiri, yang sejauh ini mentok di angka 18 gol dari 42 penampilan.

"Ini adalah waktu yang tepat bagiku. Ini adalah kesempatan besar untuk memenuhi mimpiku," ungkap Suazo. (SCN/FIFA)