


PRETORIA, KOMPAS.com - Pelatih tim nasional Spanyol, Vicente Del Bosque mengkritik program "Los Galacticos" Real Madrid. Menurutnya, deretan pemain bintang tak menjamin kesuksesan klub.
Del Bosque tidak asal bicara. Ia pernah menangani Real Madrid pada 1994 dan 1999-2004. Selama itu, ia sukses memberikan dua gelar Liga Champions, sepasang trofi Divisi Primera, dan sejumlah trofi lain.
Ia masih di sana ketika presiden saat itu, Florentino Perez memperkenalkan program "Los Galacticos" jilid pertama. Ia merasakan sulitnya membangun permainan solid dalam tim berisi pemain bintang.
Kini, Perez berkuasa lagi dan mengusung kembali program "Los Galacticos". Perez beralasan, itu untuk mengembalikan daya saing dan kejayaan "Los Blancos". Perez bertekad membawa Madrid merajai Liga Champions dan Divisi Primera musim depan.
Namun, menurut Del Bosque, kebesaran klub tidak ditentukan oleh berapa banyak pemain top yang mereka miliki. Selain itu, pembelian dengan nilai selangit yang dilakukan Madrid disebutnya tidak pantas mengingat buruknya perekonomian Spanyol.
"Ada beberapa klub di Spanyol yang membeli pemain dengan uang banyak, terutama Real Madrid. Padahal, tak ada uang banyak di Spanyol yang tampaknya bisa mencapai itu," ungkapnya seperti dikutip Marca.
"Mereka ingin menunjukkan sesuatu bahwa amatir bisa membuat Anda tertarik. Tetapi, saya harus katakan bahwa klub-klub besar bukan hanya (berisi) pemain-pemain top," tambahnya.
Pada era baru kekuasaannya, Perez sudah mengeluarkan uang sekitar Rp 2,2 trilun rupiah untuk membeli Ricardo Kaka dan Cristiano Ronaldo. Jumlah itu akan terus bertambah mengingat Madrid masih memiliki target lain. (MRC)

