


JOHANNESBURG, KOMPAS.com — Pelatih Italia Marcello Lippi emosional dalam temu pers seusai pertandingan Piala Konfederasi lawan Brasil, Minggu (21/6). Bahkan, dia sempat ngambek, menolak menjawab pertanyaan wartawan dan segera pergi.
Italia memang tersingkir dari Piala Konfederasi, setelah dihajar Brasil 0-3. Ini prestasi yang mengecewakan. Apalagi, sepanjang kompetisi, juara Piala Dunia 2006 ini hanya mampu mencetak 3 gol.
Lippi tampak kecewa dengan hasil itu. Saat temu pers, dia tampak tegang dan emosional menjawab pertanyaan para wartawan.
"Kami minta maaf kepada rakyat Italia karena tersingkir lebih awal. Tapi, ini bukan karena Brasil lebih kuat daripada kami. Kami tahu bahwa Brasil selalu tampil tangguh dan menjadi salah satu tim terbaik di dunia," kata Lippi.
Lippi sempat dikritik wartawan karena kurang berani menurunkan para pemain muda. "Anda bicara soal pemain muda. Pemain muda yang mana? Apakah Anda pikir kami harus begitu saja menurunkan para pemain muda? Pemain muda harus diperkenalkan dengan ketatnya kompetisi secara bertahap," tegasnya dengan emosional.
"Kami harus tetap kalem. Kami juga harus menganggap bahwa kompetisi ini amat berharga untuk menambah pengalaman. Anda tak bisa begitu saja menurunkan pemain muda, karena mereka harus menjalani proses pendewasaan. Giuseppe Rossi bermain tiga kali. tak selalu penuh, tapi dia melakukannya. Makanya, saya tak tahu apa yang Anda bicarakan," kata Lippi ketus lagi.
Lippi merasa yakin dengan kebijakannya. Maka, dia merasa tak perlu menuruti kritik yang ditujukan kepadanya.
"Rencana saya tetap tak akan berubah. Saya yakin dengan rencana saya. Saya merasa sedih, begitu juga para pemain. Kami tahu bisa melakukan lebih baik lagi," tambahnya.
Lippi akhirnya tak bisa menahan emosi, ketika ditanya apakah dirinya akan menurunkan pemain muda lebih banyak di Piala Dunia 2010 nanti. Dengan singkat dan ketus, dia menjawab, "Selamat tinggal!"
Lippi pun meninggalkan sesi temu pers dengan wajah emosional dan kecewa. (AP)

