


MILAN, KOMPAS.com - Presiden Inter Milan, Massimo Moratti mengatakan, pihaknya dan Presiden Barcelona, Joan Laporta, memutuskan membatalkan rencana pertukaran Samuel Eto'o dan Zlatan Ibrahimovic. Keduanya akan tetap di klub masing-masing.
Moratti diketahui sangat mengharapkan Ibra bertahan. Karenanya, ia menjanjikan membangun tim yang kompetitif untuk Liga Champions. Selain itu, ia juga memagari Ibra dengan banderol harga tinggi.
Namun, Ibra sendiri mengaku sudah bosan di Italia. Ia merasa sudah meraih segalanya di Serie-A dan ingin mencari pengalaman baru. Dari komentar-komentarnya, Ibra terlihat tertarik bergabung ke Barcelona.
Kebetulan, Barcelona juga tertarik meminangnya. Barcelona mengajukan penawaran berupa uang senilai sepuluh juta poundsterling (sekitar Rp 165 miliar) plus Samuel Eto'o yang nilai potensialnya mencapai 25 juta poundsterling (sekitar Rp 413 miliar).
Eto'o sendiri menyatakan siap pindah bila klub menginginkannya. Namun, kepada Inter, ia mengajukan syarat berupa kontrak lima tahun dengan nilai sepuluh juta poundsterling per musim.
Baru-baru ini, Eto'o menemui Moratti dan para petinggi Inter. Media Italia mengklaim bahwa pertukaran akan segera terjadi. Namun, Moratti membantahnya.
"Saya bertemu Presiden Barca, Joan Laporta, dan kami berdua mengatakan bahwa akan lebih baik untuk mempertahankan pemainnya masing-masing," ungkap Moratti seperti dikutip Sky Sports.
"Kami tidak akan berpikir tentang pertukaran. Situasi Ibrahimovic ini berlarut-larut. Tetapi, bahkan saat ini, saya pikir ia akan bertahan," tambahnya.
Perjuangan Moratti mempertahankan Ibra belum selesai. Selain karena Ibra masih berpikir untuk hengkang, masih ada klub lain yang sangat berminat kepadanya, yaitu Real Madrid. (SKY)

