Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Maldini: Tanpa Kaka, Milan Sulit Juara
Kamis, 11 Juni 2009 | 00:00 WIB
|
Share:

MILAN, KOMPAS.com - Legenda AC Milan, Paolo Maldini menilai, tanpa Ricardo Kaka, "I Rossoneri" mustahil meraih gelar, terutama Liga Champions. Menurutnya, kepergian Kaka membuat Milan harus memulai segalanya dari nol.

Kaka memang diharapkan akan menjaga reputasi dan kualitas Milan, sepeninggal pelatih Carlo Ancelotti dan Paolo Maldini. Kenyataan bahwa Kaka akhirnya juga pergi, membuat Milan seperti kehilangan taring.

Memang, klub berencana menggunakan uang hasil penjualan Kaka untuk membeli pemain. Namun, membeli pemain top bukanlah perkara mudah, sekalipun uang berlimpah.

Dengan begitu, sampai ada realisasi pembelian, Milan masih akan bertumpu kepada skuad saat ini. Mengacu pada pencapaian musim 2008-2009, tidak berlebihan bila banyak yang menganggap Milan belum akan bangkit musim depan.

"Untuk Milan, ini adalah akhir sebuah era. Untuk berpikir tentang menjuarai Liga Champions tanpa Kaka adalah utopia," ungkap Maldini.

Maldini sendiri tidak kehilangan keyakinan kepada Milan. Menurut pengalaman, Milan selalu tahu cara memulai sesuatu dari bawah.

"Ketika Franco Baresi pensiun, saya hanya melihat kegelapan. Tetapi kemudian, Milan tahu bagaimana memulai semuanya dari awal," tutur Maldini.

"Klub ini selalu maju. Saya mengerti momen ini, tetapi bila klub menata dirinya seperti yang sudah dilakukan hingga saat ini, cerita akan berlanjut," lanjutnya.

Menurutnya, Ronaldinho dan Alexandre Pato bisa diandalkan untuk membangkitkan Milan. Namun, kedua pemain itu harus bekerja lebih keras demi memenuhi tanggung jawabnya kepada Milan.

"Ronaldinho bisa menjadi pemimpin. Namun, ini terserah kepadanya. Ia harus mengambil tanggung jawab lebih besar," terang Maldini.

"Saya tidak yakin Pato akan pergi. Harapannya adalah bahwa kami akan bisa melihatnya di Milan dalam waktu lama. Ia masih harus betul-betul memahami talentanya. Ia baru 19 tahun," tambahnya.

Bagi dirinya sendiri, Maldini mengaku belum punya rencana spesifik pada masa pensiunnya. Sementara, ia akan fokus kepada keluarga sambil mempelajari kemungkinan lain. (CH4)