


LONDON, KOMPAS.com - Guus Hiddink kecewa melihat Manchester United pada final Liga Champions lawan Barcelona musim lalu. Menurutnya, MU tidak bisa berbuat apa-apa.
Dalam laga final di Roma, 27 Mei lalu, "El Barca" menaklukkan "Setan Merah" dengan skor 2-0. MU awalnya menguasai permainan di 10 menit awal. Namun, setelah itu mereka tak kuasa menembus pertahanan Barcelona dan justru kebobolan lewat gol Samuel Eto'o.
Hiddink yang waktu itu masih menangani Chelsea menganggap permainan kedua finalis itu tidak menegangkan. Ia menilai pelatih Sir Alez Ferguson tidak melakukan persiapan memadai sebelum melawan Barca.
"Saya tidak menikmati nonton final Liga Champions," kata Hiddink kepada Sky Sports. "Itu membosankan. Hanya satu tim di lapangan dan itu adalah Barca."
"Tidak ada perlawanan berarti dan itu membuktikan bahwa sangat penting menganalisis lawan. Barcelona main dengan caranya sendiri, tapi mereka juga tahu kelebihan dan kekurangan Manchester United," tambahnya.
Ketika melatih "The Blues" dan menghadapi Barcelona di semifinal, Hiddink menjalankan strategi bertahan. Meski mendapat tudingan bermain negatif, "The Blues" berhasil menahan imbang Barca pada dua leg permainan. Pada laga pertama di Camp Nou, John Terry cs berhasil menahan imbang "Blaugrana" tanpa gol. Leg kedua berakhir seri 1-1, tapi Chelsea tersingkir karena kalah agresivitas gol di kandang lawan.


