


LIVERPOOL, KOMPAS.com - Suporter Liverpool marah besar, setelah tahu klub itu terlilit utang 350 juta pounds (sekitar Rp5,5 triliun) selama dimiliki Tom Hicks dan George Gillet. Maka, mereka kembali menuntut dua pemilik asal Amerika Serikat (AS) itu hengkang.
Kondisi itu jelas akan membuat Liverpool dalam posisi kesulitan secara keuangan. Bahkan, mereka bisa terancam gagal mengikuti kompetisi jika secara administratif dinyatakan tak layak berkompetisi secara finansial.
Suporter Liverpool yang tergabung dalam "Spirit of Shankly" membuat pernyataan keras kepada Tom Hicks dan George Gillet di Liverpool Echo. "Ini menunjukkan bahwa Hicks dan Gillet telah gagal sebagai pemilik. Dan, klub sekarang dalam kondisi memprihatinkan," demikian kata Ketua Spirit of Shankly, Paul Rice.
"Suporter harus prihatin atas kondisi ini. Pemilik asal AS itu telah membawa Liverpool ke dalam lilitan utang yang bisa mengancam kelangsungan klub," tambahnya.
"Ada isu bahwa mereka akan tetap mempertahankan kepemilikannya terhadap Liverpool. Kami mendesak kepada Royal Bank of Scotland untuk tak mengucurkan dana buat mereka. Bahkan, sebaiknya bank menuntut tanggung jawab Hicks dan Gillet," sarannya.
Menurutnya, Liverpool tak punya masa depan selama dimiliki Hicks dan Gillet. Maka, Spirit of Shankly menuntut mereka menjual sahamnya.
"Klub ini tak akan maju di bawah Hicks dan Gillet. Kami meminta mereka hengkang. Mereka beruntung selama ini Liverpool bermain bagus di lapangan," kata Rice. (LE)

