Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kontrak Arcan Iurie Tak Diperpanjang
Selasa, 02 Juni 2009 | 22:35 WIB
|
Share:

SURABAYA, KOMPAS.com - Pengurus Persebaya Surabaya tidak memperpanjang kontrak pelatih Arcan Iurie Anatolievici yang habis pada 31 Mei 2009, dan akan mencari penggantinya untuk menghadapi laga play off yang direncanakan 21 Juni mendatang.

Kepastian tidak diperpanjangnya kontrak pelatih asal Moldova itu disampaikan langsung Ketua Umum Persebaya Saleh Ismail Mukadar kepada wartawan di Surabaya, Selasa (2/6).

"Iurie tidak dipakai lagi bukan karena dipecat, tapi memang kontraknya sudah habis dan tidak diperpanjang lagi," katanya.

Saleh Mukadar mengaku kecewa dengan kinerja mantan pelatih Persija Jakarta dan Persik Kediri itu, karena gagal mewujudkan target merebut juara Divisi Utama dan lolos LSI secara otomatis.

Mengenai pengganti Arcan Iurie, Saleh Mukadar sebenarnya ingin menunjuk ketiga asisten pelatih, yakni Ibnu Grahan, Hartono dan Kasiyanto menangani tim hingga laga play off. Namun, Ibnu Grahan kabarnya masih belum bersedia mengambil alih posisi Arcan Iurie dan meminta pengurus mencari pelatih yang lebih mumpuni.

Nama Sartono Anwar sempat masuk daftar incaran Persebaya, tapi pelatih Persibo Bojonegoro itu tidak bisa karena harus mendampingi klubnya berlaga pada leg kedua Copa Indonesia menghadapi Sriwijaya FC.

"Kami akan coba cari pelatih yang cocok. Kalau tidak ada, saya akan minta Ibnu Grahan menangani Persebaya menghadapi play off nanti," kata Saleh Mukadar.

Mantan Ketua Umum KONI Surabaya itu juga akan mengawal sendiri perjuangan "Green Force" menghadapi play off, agar target lolos LSI tidak lepas.

"Posisi manajer tidak diganti, tapi secara de facto operasional tim akan saya tangani langsung. Saya harus mengambil langkah ini untuk menyelamatkan Persebaya," tambahnya.

Sementara itu, untuk membangkitkan kembali semangat pemain Persebaya setelah mengalami hasil buruk di babak delapan besar Divisi Utama pekan lalu, Saleh Mukadar berencana menemui pemain pada Rabu (3/6).

"Saya ingin tahu kondisi yang sebenarnya terjadi dan ganjalan apa yang dirasakan pemain selama babak delapan besar di Samarinda. Kalau soal gaji, mereka tidak perlu khawatir karena sampai Juli nanti tetap akan dibayar," ujarnya. (ANT)