

SEMARANG, KOMPAS.com — Pemain PSIS Semarang sampai kini belum menerima gaji bulan Mei 2009, padahal dalam kontrak disebutkan bahwa pelunasan gaji dilakukan 31 Mei 2009.
"Kami semua belum gajian, padahal sesuai dengan draf kontrak baru—saat tim tidak jadi dibubarkan—gaji akan dibayarkan 31 Mei 2009. Surat kontrak ini yang membuat manajemen dan kami hanya menandatangani," kata Idrus Gunawan, seorang pemain PSIS pada pers di Semarang, Minggu (31/5).
Menurut dia, dirinya selalu mendapat pertanyaan soal itu dari teman-temannya di tim terutama yang berasal dari luar Semarang.
"Mereka yang berasal dari luar Semarang sering menanyakan kepada saya kapan gajian. Saya sendiri bingung menjawabnya, kemudian saya mencoba menghubungi manajemen, tetapi tidak ada jawaban," katanya.
"Jika ditelepon, kadang tidak diangkat. Mungkin mereka sedang sibuk, saya juga tidak tahu," kata pemain senior di tubuh tim "Mahesa Jenar" ini.
Ia berharap, manajemen bisa segera memenuhi hak-hak pemain untuk bulan ini, apalagi kalau dilihat dari sisi loyalitas dan dedikasi pada tim, tidak perlu diragukan lagi. Pada saat ini, kondisi tim serba sulit, dapat diibaratkan "mati suri", tetapi masih tetap bersemangat membela PSIS.
Pemain PSIS yang lain, Deni Rumba, juga berharap agar manajemen dapat segera membayar hak-hak semua pemain untuk bulan ini, mengingat manajemen sendiri yang membuat perjanjian akan membayar gaji bulan ini paling lambat tanggal 31.
"Kami belum mendapat kabar untuk gaji bulan ini dan kami akan menanyakan hal itu saat tim berlatih di Stadion Jatidiri Semarang, Senin (1/6)," katanya.
"Kami akan menunggu hingga Senin. Kami berharap, semuanya akan beres karena, jika sudah dibayarkan, tentunya kami tenang dan siap melakukan latihan untuk persiapan pertandingan selanjutnya," katanya.
PSIS Semarang masih menyisakan dua pertandingan lagi, yaitu melawan tuan rumah PKT Bontang, Sabtu (6/6), dan Persiba Balikpapan, Rabu (10/6). Hasil apa pun yang dicapai tim asuhan pelatih Ahmad Muhariah dan kawan-kawan pada dua pertandingan tersebut tidak akan memengaruhi tim yang sudah pasti terkena degradasi pada musim kompetisi tahun ini.
Saat ini, tim "Mahesa Jenar" berada pada urutan terbawah klasemen sementara Liga Super dengan nilai 21, yaitu dari 32 kali main, empat kali menang, sembilan kali seri, dan 19 kali kalah. (ANT)

