


LONDON, KOMPAS.com — Pelatih sementara Chelsea, Guus Hiddink, percaya dengan kemampuan Carlo Ancelotti sebagai calon pelatih "The Blues". Ia menyarankan agar Ancelotti segera belajar bahasa Inggris jika memang jadi ke London.
Hiddink akan meninggalkan Stamford Bridge setelah mengantar "The Blues" pada pertandingan terakhir mereka, yakni final Piala FA lawan Everton pada Sabtu (30/5). Setelah itu, "The Pensioners" harus mencari pelatih baru. Ancelotti termasuk salah satu kandidat kuat untuk menjadi pelatih klub tersebut dan Hiddink menilai bahwa pelatih AC Milan itu cocok untuk tugas tersebut.
"Saya kenal Carlo secara personal karena kami sudah pernah bertemu berkali-kali," kata Hiddink kepada Daily Mirror. "Terakhir kali kami bertemu pada Juli (2008) pada laga perpisahan Jaap Stam di Belanda."
“Saya bisa katakan kepada Anda, Carlo orang baik yang bicaranya tidak basa-basi, jujur, dan terbuka. Dia punya karier fantastis sebagai pemain dan sebagai pelatih dan dia telah memenangi banyak piala," tambahnya.
Kalaupun ada yang menghambat tugas Ancelotti nanti, menurut Hiddink, hal itu menyangkut perbedaan bahasa antara Ancelotti dan pemain Chelsea. Selama ini Ancelotti masih belum lancar bicara dalam bahasa Inggris. Padahal, komunikasi dengan pemain sangat penting karena hal itulah yang menjadi salah satu kunci keberhasilan Hiddink mengembalikan keutuhan "The Blues".
"Jika Ancelotti menggantikan saya, saran saya untuknya adalah belajarlah bahasa Inggris secepatnya," tandasnya.
Ancelotti sebetulnya sudah ancang-ancang menuju London dengan belajar bahasa Inggris. Pemain Milan, David Beckham, pernah menyebutkan bahwa Ancelotti sudah melakukannya jauh hari sebelum isu kepindahannya ke London beredar.

