


MANCHESTER, KOMPAS.com — Bek Manchester United, Nemanja Vidic, menyatakan, timnya tak akan tampil bertahan saat menghadapi Barcelona di final Liga Champions, Rabu (27/5). Menurutnya, MU sanggup mengimbangi Barcelona dengan permainan terbuka.
MU dan Barcelona didaulat sebagai tim terkuat dan atraktif musim ini. Namun, tetap saja keduanya memiliki perbedaan. Yang paling kentara adalah kemampuan kedua kubu dalam bertahan dan menyerang.
Musim ini, MU tercatat mencetak 68 gol dan kebobolan 24 kali di Premier League. Bandingkan dengan Barcelona yang menorehkan 104 gol dan kebobolan 34 gol. Dengan mengesampingkan level kompetisi kedua negara, pertahahanan MU lebih baik ketimbang Barcelona. Sebaliknya, Barcelona lebih tajam di depan.
"El Barca" mencoba konsisten dengan filosofi menyerang. Tim Catalan ini seperti tidak peduli berapa gol yang masuk ke gawang mereka selama bisa mencetak gol lebih banyak. Inilah yang membuat sebagian pengamat bola, termasuk pelatih Arsenal Arsene Wenger, memprediksi MU akan tampil bertahan.
Vidic tidak sepakat dengan ramalan itu. Menurutnya, keseimbangan permainan semua lini yang dibangun MU bukanlah indikasi timnya bermain tertutup. Vidic menilai, "Setan Merah" lebih memperhatikan harmonisasi permainan di semua lini. MU bisa menang meski tidak mencetak gol sebanyak Barca.
"Ketika kami membutuhkan gol, kami mencetak gol. Beberapa pertandingan kami mencetak satu atau dua pertandingan dan memenangi pertandingan," katanya. "Kami bukan tim yang pergi ke sana hanya untuk bertahan. Kami ingin menyerang."
Untuk laga final, MU pantas optimistis mampu meladeni Barcelona. Absennya Dani Alves dan Eric Abidal di kubu lawan merupakan kesempatan bagi Cristiano Ronaldo dan Park Ji-Sung menciptakan peluang dan gol. (GL)

