


MILAN, KOMPAS.com — Penjaga gawang Inter Milan, Julio Cesar, menyampaikan rasa simpatinya kepada mantan pemain Inter, Adriano. Ia menganggap predikat scudetto yang diraih Inter musim ini juga patut diberikan kepada rekan senegaranya itu.
Inter menjadi juara Serie A menyusul kekalahan AC Milan dari Udinese, Sabtu (16/5). Karena itu, duel Inter lawan Siena pada Minggu malam tak mengubah posisi mereka. Seusai duel tersebut, Cesar ikut merayakan keberhasilan timnya dengan mengenakan kaus bernomor 10 milik Adriano seraya membentangkan kaus lainnya ke hadapan suporter.
Adriano meninggalkan Inter seusai membela Brasil dalam prakualifikasi Piala Dunia, Maret silam. Pemain berjuluk "L'Imperatore" itu menolak kembali ke Italia karena merasa nyaman berada di kampung halaman. Sempat ada dugaan bahwa ia bakal gantung sepatu dalam usia 27 tahun, tetapi akhirnya ia menjadi pemain Flamengo.
Cesar sendiri tak memberikan banyak komentar soal keputusan kompatriotnya tersebut. Ia hanya menyatakan bahwa sukses yang diraihnya ini menjadi bagian terindah dalam hidupnya setelah pernikahan dan kelahiran kedua anaknya.
“Perasaan ini tidak mudah datang dan ini luar biasa. Aku senang bersama tim atas malam indah ini," kata Cesar yang kini dijagokan menjadi kiper terbaik Serie A maupun dunia. “Senang rasanya dicalonkan sebagai yang terbaik dan aku bahagia karena sejak datang ke sini aku bisa meingkatkan diri sejajar dengan (Gianluigi) Buffon, (Pepe) Reina, dan (Petr) Cech.”
Di bawah kawalan Cesar, gawang Inter menderita kebobolan paling sedikit gol musim ini. Dengan jumlah kebobolan 27 gol, pesaing terdekat bagi Inter adalah runner-up AC Milan dengan 32 gol.

