Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Persela Ditahan Sriwijaya
Kamis, 14 Mei 2009 | 21:23 WIB
|
Share:

LAMONGAN, KOMPAS.com - Persela Lamongan tampil kurang greget dan hanya memetik tambahan satu poin, saat ditahan imbang tanpa gol oleh Sriwijaya FC pada pertandingan lanjutan Indonesia Super League di Stadion Surajaya Lamongan, Kamis (14/5).

Dengan hasil ini, Persela hanya naik satu tingkat ke posisi tujuh dengan nilai 45, sementara Sriwijaya kembali menggeser Persib Bandung di peringkat tiga dengan nilai sama 54, tapi Sriwijaya unggul dalam selisih gol.

Bermain di depan ribuan pendukungnya dengan target menang, tuan rumah justru tampil lamban dan tidak berani mengambil inisiatif penyerangan.

Permainan terbuka dan ofensif yang diperagakan Persela pada beberapa laga sebelumnya, tidak terlihat. Tim asuhan Widodo Cahyono Putro ini lebih banyak menunggu untuk menekan.

Hal serupa ditunjukkan juara bertahan Sriwijaya FC. Kendati punya keunggulan dalam kualitas pemain, "Laskar Wong Kito" juga bermain lamban dan tidak banyak melakukan tekanan pada babak pertama.

Penyerang Persela Marcio Souza yang biasanya tampil garang, kali ini tidak banyak memberi kontribusi buat timnya. Bahkan penyerang asal Brasil ini malas berlari untuk merebut bola.

Marcio hanya memiliki satu peluang melalui tendangan bebas dari luar kotak penalti di menit ke-27, tapi masih menyamping dari gawang Ferry Rotinsulu.

Demikian juga tandemnya Carlos Raul Sciucatty yang dalam tiga pertandingan terakhir memberikan sumbangsih gol buat Persela, tidak mampu berbuat banyak menghadapi pertahanan ketat Sriwijaya yang digalang Charis Yulianto.

"Kami memang bermain tidak seperti biasanya. Anak-anak terlalu hati-hati dan tidak berani naik menyerang, karena khawatir dengan tekanan balik lawan," kata Widodo usai pertandingan.

Pada 45 menit kedua, Sriwijaya mulai berani melakukan tekanan. Duet Keith Kayamba dan Ngon A.Djam dengan ditunjang gelandang energik Zah Rahan, sempat merepotkan pertahanan tuan rumah, meski belum terlalu membahayakan.

Persela mendapat keuntungan saat pemain bertahan Sriwijaya Ambrizal mendapat kartu kuning kedua dan harus keluar lapangan pada menit ke-67, setelah melanggar Marcio Souza.

Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan Persela untuk menekan pertahanan Sriwijaya. Widodo Cahyono Putro memasukkan Dicky Firasat dan Charles Putiray untuk membantu serangan.

Namun, pertahanan Sriwijaya masih sulit ditembus meski bertubi-tubi mendapat tekanan. Satu kesempatan emas diperoleh Dicky Firasat pada injury time, tapi tendangan kerasnya masih mampu ditepis kiper Ferry Rotinsulu.

"Saya pikir hasil seri sudah sangat maksimal, karena anak-anak juga sudah berjuang sangat maksimal untuk bisa mencetak gol," kata Widodo.

Pelatih Sriwijaya Rahmad Darmawan juga mengakui timnya bermain lamban pada babak pertama untuk menunda ritme permainan agar lebih terkendali. "Kami mencoba menyerang pada babak kedua dan hasilnya sebenarnya cukup bagus, tapi anak-anak tidak mampu memanfaatkan peluang yang ada," katanya. (ANT)