


MILAN, KOMPAS.com — AC Milan tak mampu memanfaatkan kegagalan Inter Milan meraih nilai penuh. Setelah Inter ditahan 2-2 oleh Chievo Verona, seharusnya Milan bisa terus menekan untuk membuka jalan juara lebih lebar. Namun, Milan malah seperti memperlancar jalan Inter segera berpesta merayakan gelar scudetto 2008-09.
Tampil di kandang sendiri, "I Rossoneri" hanya mampu bermain imbang 1-1 lawan Juventus dalam lanjutan Serie A, Senin (11/5). Dengan 71 poin, Milan sudah tak mungkin mengejar poin Inter bila pekan depan "La Beneamata" berhasil menang atas Siena.
Pertandingan Milan kontra Juventus memang sangat tegang dan ketat. Dalam tekanan wajib menang, Juventus mencoba menguasai permainan di menit-menit awal. Namun, serangan sayap melalui Mauro German Camoranesi dan Marco Marchionni belum mampu membuka celah pertahanan Milan.
Selama 25 menit mencoba menembus benteng lawan, Juventus mencoba melepaskan tembakan-tembakan jarak jauh, seperti yang diusahakan oleh Vincenzo Iaquinta pada menit ke-26.
Memanfaatkan umpan Amauri, Iaquinta melepas tembakan dari luar kotak penalti. Namun, alur bola yang lurus memudahkan Kalac membaca dan mengantisipasinya.
Mendapat kesempatan menguasai bola, Milan membangun strategi sambil mencari-cari selah menyelipkan serangan. Pada menit ke-29, Ricardo Kaka nyaris menuntaskan serangan itu dengan gol.
Menerima umpan dari Andrea Pirlo, Kaka yang berdiri di luar kotak penalti memutuskan mengeksekusinya. Sebuah tendangan kaki kanan mengirim bola ke tengah gawang Juventus. Usaha ini kandas di tangan Buffon.
AC Milan kemudian berusaha mempertahankan tempo dan menguasai permainan. Filippo Inzaghi dan Clarence Seedorf sempat berpeluang mencetak gol pada menit ke-40. Sayangnya, usaha keduanya masih melenceng.
Juventus beberapa kali juga sempat menyelipkan serangan balik. Namun, juga tak mampu mencetak gol. Skor 0-0 pun bertahan hingga turun minum.
Memasuki menit ke-49, Juventus berpeluang mengungguli tuan rumah melalui Amauri. Memanfaatkan bola muntah tembakan Vincenzo Iaquinta, Amauri hendak mengempaskan bola ke gawang Zeljko Kalac. Sayang, tembakannya berhasil dijegal Mathieu Flamini.
Juventus belum kembali datang ketika Milan akhirnya berhasil unggul 1-0 melalui gol Clarence Seedor pada menit ke-57. Setelah menerima umpan dari Inzaghi, Massimo Ambrossini meneruskannya kepada Seedorf. Tanpa kesulitan, Seedorf meloloskan bola ke sisi kiri bawah gawang Juventus.
Keunggulan bertahan sebentar. Pada menit ke-60, Juventus berhasil menyamakan kedudukan melalui Iaquinta. Memanfaatkan tendangan bebas Mauro Camoranesi, Iaquinta yang berdiri di depan kotak penalti menanduk bola masuk ke sudut kiri bawah gawang Milan.
Gagal dengan usahanya, Milan menyegarkan lini serang. Pelatih Carlo Ancelotti memasukkan Alexandre Pato menggantikan David Beckham (60) dan Ronaldinho menggantikan Inzaghi. Perubahan ini kembali mengangkat tempo permainan Milan.
Milan belum lagi menikmati buah perubahan taktik ketika wasit Giuseppe Favalli diusir dari lapangan pada menit ke-84. Ia mendapat kartu merah atas pelanggarannya kepada Alessandro Del Piero.
Kekurangan darah, gempuran Milan berkurang karena fokusnya terbagi dengan pertahanan. Beruntung bagi Milan, Juventus tak mampu memanfaatkan keunggulan jumlah. Skor 0-0 bertahan hingga akhir laga.
Dengan hasil ini, Milan masih bertahan di peringkat kedua dengan 71 poin. Sementara Juventus berada di tempat ketiga dengan 67 poin.
Susunan pemain:
Milan: Kalac; Favalli, Maldini, Zambrotta, Flamini; Pirlo, Ambrosini, Beckham (Pato 67), Seedorf (Senderos 87); Inzaghi (Ronaldinho 75), Kaka
Juventus: Buffon; Chiellini, Legottaglie, De Ceglie (Zebina 74), Grygera; Zanetti, Poulsen, Marchionni, Camoranesi; Iaquinta, Amauri (Del Piero 75)


