


LAMONGAN, KOMPAS.com - Persela Lamongan berpesta ketika melibas PSMS Medan 4-2 (3-2) dalam lanjutan Indonesia Super League di Stadion Surajaya Lamongan, Minggu (10/5).
Gol Persela disarangkan Marcio Souza pada menit ke-5, Carlos Raul Sucati pada menit ke-8, Zaenal Arifin pada menit ke-36, dan Alex Robinson pada injury time. Sedangkan gol PSMS disumbangkan Esteban Gullien pada menit ke-2 dan Lenardo Martin Zada menit ke-43.
PSMS unggul lebih dulu ketika laga baru berjalan dua menit. Namun, Persela langsung menyamakan kedudukan pada menit ke-5 berkat tendangan penalti Marcio Souza yang dilanggar di kotak penalti. Laskar Joko Tingkir berbalik unggul berkat sundulan Carlos Raul Sucati yang menyambut bola melengkung hasil tendangan bebas Fabiano Beltrame.
Persela yang dipoles Widodo C Putra tampak makin matang dengan pola 4-4-2. Serangan agresif dari Alex Robinson dan I Gede Sukadana menusuk jantung pertahanan PSMS yang sedikit berlubang karena maju ke depan menyokong lini tengah.
PSMS yang bermain terbuka sedikit lengah dan tidak menyadari gerak Zaenal Arifin yang berlari kencang dari sisi kiri. Dengan akurasi sempurna, Zaenal menyambut umpan silang Alex dan menceploskan si kulit bulat ke gawang PSMS yang dikawal Galih Sudaryono.
Tim Ayam Kinantan tidak langsung menyerah. Mengandalkan pola 4-5-1, tim asuhan Rudi Keeltjes ini mengoptimalkan barisan tengah untuk bertahan sekaligus menyerang balik setiap ada kesempatan. Dengan kecepatan kaki dan stamina kuat, Lenardo Martin Zada dengan sigap merobek gawang Persela pada menit ke-43.
Iklim permainan memanas memasuki babak kedua. Kedua tim sama-sama ngotot dan kian agresif. Keputusan wasit untuk mengganjar kiper PSMS, Galih Sudaryono, kian membuat penggawa PSMS meradang. Galih diganjar kartu kuning oleh wasit Alil Rinenggo pada menit ke-77 karena melakukan lemparan ke dalam (throw in).
Wasit bereaksi seperti ini setelah penyerang Persela Marcio Souza seakan memanas-manasi wasit. Seharusnya wasit tidak perlu mengganjar kartu kuning, cukup dengan memberikan bola pada pihak lawan.
"Saya sudah 25 tahun terjun di sepak bola, tapi baru kali ini tahu kiper yang melakukan throw in bisa kena kartu kuning. Ternyata saya masih harus belajar pada aturan PSSI," sindir pelatih PSMS Rudy Keeltjes usai laga.
Kritik serupa juga disampaikan pelatih Persela Widodo C Putra. "Sebetulnya tidak perlu kiper sampai dikasih kartu kuning," ujarnya.
Rudy juga mengkritisi sikap pemain yang mengucapkan kata-kata kasar kepada wasit dan hakim garis. "Sepanjang laga, Marcio memang menunjukkan gerakan tubuh menantang wasit dengan muka marah. Dia juga sempat agak mendorong hakim garis. Wasit harus tetap tegas kalau mulut pemain kurang ajar," katanya.
Dengan waktu pemulihan lebih lama, stamina penggawa Persela memang lebih fit. Terlepas dari buruknya temperamen Marcio, pemain asal Brasil ini kembali berjasa dalam gol penutup laga. Sundulan tipisnya disambut Alex yang langsung membawa bola seorang diri dan melesakkan bola pada injury time. (SIN)

