Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Benitez: Torres-Gerrard Membingungkan Lawan
Minggu, 10 Mei 2009 | 02:55 WIB
|
Share:

LIVERPOOL, KOMPAS.com - Pelatih Liverpol, Rafael Benitez, sangat puas dengan tampilnya kembali duet Fernando Torres dan Steven Gerrard. Dua pemain ini, menurutnya, membingungkan lawan.

Untuk pertama kalinya sejak Gerrard dan Torres bulan lalu, kedua pemain itu kembali tampil bersama melawan West Ham United sejak menit awal. Keduanya tetap kompak dan kerja sama mereka menghasilkan dua gol pembuka dari Gerrard. "The Reds" akhirnya menang 3-0.

"Kami mencetak banyak gol lewat pemain-pemain yang berbeda. Namun, jika ada Torres dan Gerrard di lapangan, kekuatan tim berbeda," kata Benitez seperti dimuat Liverpoolfc.tv.

"Lawan akan berpikir, 'Siapa yang bakal mencetak gol, Gerrard atau Torres?' Itu lebih menyulitkan mereka," tambahnya.

Berkat kemenangan ini, Benitez merasa lega karena timnya kembali ke puncak klasemen. Kini dia bisa bersantai sejenak seraya mendukung Manchester City kalahkan Manchester United.

Liverpool sangat mengharapkan kekalahan MU karena dengan demikian "The Reds" tetap bertahan sebagai pimpinan klasemen. Kemenangan 3-0 atas "The Hammers" setidaknya bisa semakin menekan MU dalam masa-masa krusial ini.

"Kami sudah menyelesaikan tugas kami. "Kami harus tetap menang, itu saja yang bisa kami lakukan. Kami perlu meraih tiga angka dan menekan mereka, dan sekarang akan mendukung Man City."

Benitez meramalkan bahwa duel derbi Kota Manchester pada Minggu (10/5) akan berlangsung alot. Ini akan memancing kesalahan-kesalahan bagi tim yang bertanding. Benitez berharap kesalahan-kesalahan itu juga dilakukan oleh MU dan itu akan menjadi keuntungan baginya.

"Itu duel derbi dan jika mereka (MU) melakukan satu kesalahan, mereka akan merasa tertekan," ungkapnya.

Menunggu kesalahan sang juara bertahan memang bukan hal yang bisa dijagakan. Benitez pun menyadari hal tersebut. Jika akhirnya gagal, Benitez akan tetap bangga karena timnya bermain baik. Yang membuatnya risau adalah dua kekalahan, lawan Middlesbrough dan Tottenham Hotspur, saat mereka masih di puncak klasemen beberapa waktu lalu. Karena itu, ia akan menganalisis dua kekalahan itu untuk bahan pelajaran musim depan.