

LONDON, KOMPAS.com - Sepak bola Inggris mencoba mempertahankan kompetisi Premier League melalui upaya pembagian keuntungan dari klub-klub papan atas. Ini dilakukan untuk menyeimbangkan persaingan dalam Liga Inggris.
Hal itu ditekankan oleh Menteri Kebudayaan, Media, dan Olahraga Inggris, Andrew Burnham. Pada Selasa (5/5) malam, Burnham mengadakan pertemuan dengan Ketua Eksekutif Premier League, Richard Scudamore, untuk membahas soal dominasi empat besar Liga Inggris dalam beberapa tahun terakhir.
Diskusi kedua belah pihak sebetulnya sudah berlangsung selama berbulan-bulan untuk membahas tentang redistribusi pendapatan big four kepada tim-tim berpendapatan rendah. Ia menginginkan agar pendapatan liga dari hak siar dan sponsor sebesar satu miliar poundsterling dibagikan lebih merata kepada 20 klub peserta EPL.
“Kita harus mempertahankan impian dalam sepak bola. Saat ini ada tiga bagian dalam Premier League: kelompok dasar, kelompok medioker, dan empat papan atas,” kata seorang sumber di pemerintahan Inggris kepada The Times. "Mereka mewakili liga kita; mungkin sebagian uang itu sebaiknya diberikan ke klub-klub."
"Pemerintah memiliki kewajiban mewakili suporter sepak bola dari berbagai negara dan kami yakin isu ini akan melahirkan komentar-komentar yang membangun sepak bola," lanjut sumber tadi. "Kami pastikan bahwa pemerintah tidak memiliki wewenang mencampuri sepak bola tapi ini semua demi kepentingan publik."
Selama ini, separuh dari pendapatan liga itu dibagi rata untuk semua klub dalam EPL. Sebanyak 25 persen lainnya dibagi sesuai urutan masing-masing klub dan sisanya lagi dibagi berdasar frekuensi tayang klub di televisi. Komposisi ini menghasilkan proporsi pendapatan 1,6:1 antara klub-klub teratas dan tim-tim papan bawah. Itu belum termasuk pemasukan dari Liga Champions untuk tim-tim besar.
Sumber keuangan dari turnamen Eropa ini juga menjadi bahan pertimbangan dalam distribusi keuangan tadi. Empat tim yang kini masuk persaingan di Eropa diperkirakan menerima pemasukan mulai dari 15-40 juta poundsterling. Jumlah ini sudah lebih dari cukup bagi mereka untuk menggaet pemain-pemain terbaik dari berbagai belakan dunia. Kemampuan inilah yang tak dimiliki oleh tim-tim lain di bawahnya.
Manchester United sebagai juara bertahan menerima 49,3 juta poundsterling dari Premier League musim lalu. Arsenal mendapat 47 juta; Chelsea 45,5 juta; dan Liverpool 45,4 juta. Reading menjadi klub yang menerima pembayaran paling kecil pada musim 2007-08, yakni 30 juta. Setiap klub juga memiliki kewajiban mengadakan kegiatan amal dan setiap tahun Premier League menyisihkan 128 juta poundsterling untuk hal tersebut.
Selain soal pembagian pendapatan, pemerintah juga menyarankan agar setiap klub merampingkan skuatnya masing-masing dan mewajibkan adanya pemain asli Inggris dalam line-up tim di setiap laga. Saat ini beberapa tim kelas atas bisa memiliki 60 pemain sehingga tidak pernah pusing dengan masalah cedera pemain. (TIMES)


